Mengapa Ada 2 Keraton di Solo? Ini Beda Kekuasaan Pakubuwono dan Mangkunegara

2026-01-11 03:39:53
Mengapa Ada 2 Keraton di Solo? Ini Beda Kekuasaan Pakubuwono dan Mangkunegara
- Kota Surakarta kini dikenal memiliki dua pusat kebudayaan Jawa, yaitu Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran. Keduanya sama-sama aktif menjaga tradisi dan berasal dari leluhur yang sama, tetapi lahir dari latar sejarah yang berbeda. Perpecahan ini berawal dari abad ke-18, ketika Mataram Islam terbelah akibat konflik internal dan campur tangan VOC yang melahirkan dua kekuasaan di satu wilayah yang sama.Lantas, apa bedanya kekuasaan Pakubuwono dan Mangkunegara sebagai pemimpin dua wilayah itu?Baca juga: Perbedaan Hamengkubuwono, Pakubuwono, Paku Alam, dan MangkunegaraSetelah Perjanjian Giyanti (1755) membagi Mataram menjadi Yogyakarta dan Surakarta, muncul perlawanan dari Raden Mas Said, keponakan Pakubuwono II. Dikutip dari Kompas.com, , Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa melakukan perlawanan karena tidak diikutsertakan dalam Perjanjian Giyanti. VOC kemudian memediasi penyelesaian konflik antara Raden Mas Said, Hamengkubuwono I, dan Pakubuwono III melalui Perjanjian Salatiga (1757).Setelah Perjanjian Salatiga ditandatangani, wilayah Mataram resmi terbagi menjadi tiga kekuasaan. Dalam perjanjian itu, Pakubuwono III menyerahkan wilayah seluas 4.000 cacah kepada Raden Mas Said. Sementara Hamengkubuwono I tidak memberikan tanah untuknya.Sebagai imbalan atas kesetiaan kepada Surakarta dan VOC, Raden Mas Said diangkat menjadi Adipati Mangkunegara I dan memperoleh wilayah di Karanganyar, Wonogiri, dan Ngawen.Baca juga: Perbedaan Hamengkubuwono, Pakubuwono, Paku Alam, dan MangkunegaraMeski sama-sama memerintah di wilayah Surakarta, Pakubuwono III dan Mangkunegara I memiliki perbedaan mencolok dalam hal status dan simbol kekuasaan.Dilansir dari Kompas.com, , berikut perbedaan kekuasaan Pakubuwono dan Mangkunegara. Status Raden Mas Said sendiri adalah Pangeran Miji, atau memiliki status yang setara dengan raja-raja Jawa. Akan tetapi, ia mempunyai batasan-batasan tersendiri. Baca juga: Isi Perjanjian Giyanti dan Salatiga, Bagaimana Peta Kekuasaan Mataram Islam Berubah?Keberadaan dua penguasa di Surakarta menciptakan konfigurasi unik: satu kerajaan besar dengan dua pusat otoritas.Meskipun kedudukannya berbeda, keduanya berperan penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan adat Jawa hingga masa kini.Setelah Perjanjian Salatiga disepakati, konflik internal Mataram Islam mereda dan situasi politik menjadi lebih stabil. Perbedaan antara Pakubuwono dan Mangkunegara bukan sekadar soal gelar, tetapi juga menggambarkan warisan kompromi politik yang masih berjejak dalam tatanan sosial dan budaya Surakarta hingga sekarang.(Sumber: Kompas.com/Widya Lestari Ningsih | Editor: Nibras Nada Nailufar)


(prf/ega)