Pelatihan Petugas Haji Dimulai Januari-Februari 2026, Diajarkan Bahasa Arab Dasar

2026-01-12 08:22:50
Pelatihan Petugas Haji Dimulai Januari-Februari 2026, Diajarkan Bahasa Arab Dasar
JAKARTA, - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan menyeleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 atau 1447 H dimulai pada November 2025."Seleksi PPIH Arab Saudi dan PPIH kloter tingkat daerah akan dilaksanakan pada November 2025. Diikuti dengan seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat pada Desember 2025," ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu .Baca juga: Jadwal Haji 2026: Tanggal Pelunasan, Puncak Ibadah, hingga PemulanganCalon petugas haji yang terseleksi akan menjalani pembekalan dan pelatihan pada Januari hingga Februari 2026. Salah satu yang akan diajarkan kepada petugas haji terpilih adalah Bahasa Arab dasar."Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kompetensi tugas dan fungsi layanan, penguatan kedisiplinan, serta kemampuan kompetensi dasar dalam bahasa Arab," ujar Gus Irfan.Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petugas haji dalam melayani jemaah haji asal Indonesia.Gus Irfan berpesan agar para petugas haji bekerja secara profesional, cepat tanggap, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah."Dengan pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan petugas haji mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat tanggap, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah selama berada di Tanah Air maupun di Arab Saudi," ujar Gus Irfan.Baca juga: Daftar 10 Penyakit yang Bisa Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji 2026Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa kementeriannya membuka rekrutmen untuk petugas haji 2026 atau 1447 Hijriah pada November 2025.Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, para petugas haji akan menjalankan pelatihan selama tiga hingga empat minggu.Pasalnya selama ini masih terdapat banyak keluhan dari para jemaah haji tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pelatihan tersebut membuat para petugas haji dapat memberikan pelayanan yang optimal."Mereka harus masuk barak selama kurang lebih tiga sampai empat minggu. Kenapa? Karena memang ada keluhan banyak terkait para petugas haji yang tidak melaksanakan tugasnya," ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Selasa .Baca juga: Kemenhaj: Pelunasan Ongkos Haji 2026 Dimulai 11 dan 19 November 2025Terdapat tiga pelatihan utama bagi petugas haji 2026, yakni ketahanan fisik, fikih untuk belajar dasar haji, dan bahasa Arab."Supaya secara fisik mereka kuat, minimal kuat jalan, kuat gendong, fisik dasar haji juga penting ketika petugas ditanya, mereka paham. Kemudian bahasa Arab dasar," ujar Dahnil.Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menegaskan bahwa sejumlah lowongan kerja (loker) menjadi petugas haji 2026 yang berseliweran di media sosial tidak benar alias hoaks.Baca juga: Puncak Ibadah Haji 2026 akan Berlangsung pada 25 Mei Dahnil mengetahui adanya loker bodong tersebut dan memperingatkan bahwa lowongan itu bukan berasal dari Kemenhaj."Soal loker macam-macam, yang petugas haji, ASN haji, itu tidak benar. Jadi, kalau ada yang mengatasnamakan kementerian haji, melakukan rekrutmen semacam itu hoaks, itu tidak benar," kata Dahnil.


(prf/ega)