Bandung Barat Siaga Darurat Bencana, 11 Kecamatan Ditetapkan Rawan Longsor

2026-02-04 16:46:00
Bandung Barat Siaga Darurat Bencana, 11 Kecamatan Ditetapkan Rawan Longsor
BANDUNG BARAT, - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.Penetapan ini dilakukan mengingat 11 dari 16 kecamatan di wilayah Bandung Barat dinyatakan rawan terdampak cuaca ekstrem sepanjang musim hujan.Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat respons pemerintah daerah dalam menghadapi potensi banjir dan longsor yang kini mulai mengancam sejumlah kawasan dengan topografi curam.Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah lebih dulu menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026."Gubernur Jawa Barat sudah lebih dulu menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 15 September 2025 sampai 30 April 2026. Maka kami di Bandung Barat mengikuti langkah itu karena wilayah kami juga memiliki risiko tinggi,” ujar Jeje pada Senin .Baca juga: Dampak Bencana Banjir dan Longsor Lumajang, 1 Orang Meninggal, 2 HilangSebelas kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana meliputi Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.Kawasan tersebut selama ini dikenal kerap terdampak longsor dan banjir bandang setiap kali curah hujan meningkat.Jeje mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.Wilayah selatan Bandung Barat menjadi titik rawan utama karena kondisi tanah yang labil dan banyaknya permukiman di sekitar tebing."Saya cukup khawatir, terutama di kawasan selatan seperti Cipongkor, Gununghalu, dan Rongga. Potensi longsor di sana cukup besar,” tambahnya.Baca juga: Saldo Rp 1 Miliar SPPG di Bandung Barat Lenyap, Operasional MBG DihentikanSebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiagakan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama 24 jam.Tim lapangan akan diterjunkan segera setelah ada laporan dari masyarakat, sementara kebutuhan logistik seperti sembako dan terpal sudah disiapkan di posko utama."Saya sudah instruksikan agar BPBD dan dinas terkait selalu cepat tanggap di lapangan. Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan,” tegas Jeje.Data BPBD Jawa Barat menunjukkan bahwa sepanjang Oktober 2025 tercatat 95 kejadian bencana alam yang menyebabkan hampir 20 ribu warga terdampak, lebih dari 3.600 rumah terendam, serta empat korban jiwa.Di wilayah Bandung Barat, sejak Januari hingga 26 Oktober 2025 tercatat 347 peristiwa bencana, yang terdiri dari 117 tanah longsor, 17 pergerakan tanah, 23 banjir, 115 cuaca ekstrem, 67 kebakaran, 5 gempa bumi, dan 3 kejadian luar biasa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 15:56