Kapolda Aceh Ungkap Detik-detik Masuk Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Anggota Hilang

2026-01-12 03:45:53
Kapolda Aceh Ungkap Detik-detik Masuk Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Anggota Hilang
BANDA ACEH, – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menceritakan pengalaman terberat sepanjang kariernya saat menerobos wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, setelah daerah tersebut lumpuh akibat Siklon Senyar yang memicu banjir bandang dan longsor, pada Senin .Dalam wawancara dengan media regional Serambi Indonesia, Kapolda menggambarkan kondisi Aceh Tamiang saat pertama kali dimasuki sebagai situasi yang nyaris seperti tsunami kedua.“Sedih saya waktu itu. Tidak ada kekuatan yang bisa saya gerakkan karena anggota saya sendiri tidak ada. Semua terpecah, rumah tenggelam, kantor tenggelam,” ujar Marzuki Ali Basyah, Rabu .Ia mengatakan, awal bencana terjadi saat dirinya berada di Jakarta dalam agenda rapat bersama jajaran kapolres.Baca juga: Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Ditolong Warga Binaan yang Divonisnya Dalam perjalanan pulang, ia melihat wilayah Aceh gelap gulita dari udara.“Kapan hujannya? Sejak Senin, Pak. Itu laporan pertama saya dapat. Rabu malam air mulai naik di banyak daerah,” katanya.Kapolda menyebut jaringan internet terputus dan laporan dari 18 kabupaten/kota tersendat. Hingga Kamis malam, empat daerah tidak memberikan kabar, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.“Di situ saya stres. Tidak ada komunikasi. Tidak tahu kondisi pemerintahan,” tuturnya.Ia kemudian memerintahkan seluruh kapolres untuk kembali ke daerah dengan cara apa pun. Namun, sebagian terhambat karena jalur dari arah Medan ikut terputus.Perjalanan ke Aceh Tamiang ditempuh Kapolda dari Banda Aceh dengan melewati jembatan putus, memobilisasi perahu, serta mengerahkan 850 personel.“Saya bilang: jangan tunggu. Tembus. Kalau tidak, kita tidak tahu berapa banyak korban,” ucapnya.Saat berhasil memasuki kawasan Manyak Payed hingga pusat Aceh Tamiang, Kapolda menggambarkan kondisi kota dalam keadaan lumpuh total.“Orang berdiri di depan rumah. Tidak ada makanan, tidak ada minuman. Kota mati,” ujarnya.Ia juga mengklarifikasi isu viral adanya jenazah di dalam mobil terendam banjir.“Mayat ada. Pertama, mayat warga korban musibah. Kedua, mayat yang terbawa dari rumah sakit. Rumah sakit lantai satunya tenggelam, pasien hilang semua. Dokter pun sibuk menyelamatkan keluarganya,” katanya.


(prf/ega)