Jelang Pemakaman PB XIII di Imogiri Yogyakarta, 25 Orang Disiapkan untuk Menandu Jenazah

2026-01-16 06:32:23
Jelang Pemakaman PB XIII di Imogiri Yogyakarta, 25 Orang Disiapkan untuk Menandu Jenazah
YOGYAKARTA, - Pemakaman Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi sudah disiapkan di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.Akan ada serangkaian prosesi yang dilakukan, mulai laporan senopati lampah hingga disiapkan 25 orang untuk menandu.Diberitakan sebelumnya, PB XIII wafat di pada Minggu . Jenazah disemayamkan di Sasana Parasdya, Keraton Kasunanan Surakarta.Rencananya, akan dimakamkan pada Rabu di Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.Sejumlah pelayat dari warga sudah memadati area atas Kedaton Paku Buwono X, yang nantinya menjadi pesarean PB XIII.Baca juga: Antusiasme Warga Sambut Kedatangan Jenazah PB XIII di Loji Gandrung SoloBupati Imogiri, KPH Joyo Adilogo mengatakan, setelah prosesi di Keraton Surakarta, akan dilanjutkan ke Loji Gandrung untuk pemindahan jenazah dari kereta kuda ke ambulans.Setelah itu, akan langsung berangkat ke Imogiri, Bantul, Yogyakarta.Setelah kedatangan, jenazah diturunkan di bawah laporan senopati lampah yang diterima oleh Bupati Imogiri."Jenazah naik ke masjid dengan cara ditandu," kata KPH Joyo yang ditemui di area Kedaton PB X, Rabu .Setelah selesai shalat, jenazah ditandu ke atas Bukit Merak menuju Kedaton PB X. Sampai situ, akan istirahat sebentar sebelum dinaikkan ke lokasi makam."Istirahat di sini dulu, kru mengangkat istirahat sebentar lalu naik ke atas (area pesarean)," kata KPH Joyo.Pihaknya sudah menyiapkan 25 orang untuk menandu. "Saya siapkan 25 orang, nanti bergantian," kata dia.Baca juga: Nguri-uri Budaya, Warga Luar Kota Ikut Hadiri Pemakaman PB XIII di Imogiri YogyakartaSementara itu, lokasi Kedaton PB X hanya diperuntukkan bagi keluarga inti dan Sentono Dalem.Masyarakat bisa melihat atau melayat dari luar. KPH Joyo mengatakan PB XIII akan dimakamkan di samping PB XII."Setiap Kedaton isinya 3, nanti setelah kedatonnya jadi dipindah. Nanti segera dibangun," kata dia.Dari pengamatan di sekitar Kedaton PB X, ratusan warga sudah datang dan sejumlah karangan bunga terpasang.Baca juga: Arti Nama Kereta Rata Pralaya yang Antarkan Jenazah PB XIII Salah seorang warga asal Godean, Wahyu, menyebut dirinya sengaja datang untuk melayat sekaligus melihat prosesi pemakaman raja Kraton Solo."Sejak pagi tadi datang ke sini," ucap dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 06:44