Google Sebar Fitur Terjemahan untuk Semua Earbud Android

2026-02-02 07:23:46
Google Sebar Fitur Terjemahan untuk Semua Earbud Android
Ringkasan berita: - Google memperluas ketersediaan fitur penerjemah percakapan langsung di Google Translate ke semua jenis perangkat earbud dan headphone.Sebelumnya, fitur Live Speech Translation hanya tersedia bagi pengguna Pixel Buds. Kini, pengguna earbud dan headphone Android dapat memanfaatkan fitur tersebut tanpa harus menggunakan perangkat audio khusus buatan Google.Untuk menggunakan fitur ini, pengguna hanya memerlukan ponsel Android dan perangkat audio yang kompatibel dengan aplikasi Google Translate. Saat ini, ketersediaan fitur Live Speech Translation untuk semua perangkat headphone, baru mulai digulirkan dalam versi beta. Google menyebutkan, fitur ini akan mendukung lebih dari 70 bahasa.Google juga memastikan bahwa dukungan untuk perangkat iOS akan menyusul dalam beberapa waktu ke depan. Baca juga: Google Translate Kini Bertenaga Gemini AI, Hasil Terjemahan Lebih Cepat dan AkuratSebagai perbandingan, Apple sendiri saat ini telah memiliki fitur terjemahan suara secara langsung di iPhone. Namun, fitur tersebut hanya bisa digunakan dengan perangkat AirPods saja. Fitur terjemahan percakapan suara ke suara secara real-time untuk semua earbud mulai tersedia hari ini bagi pengguna perangkat Android di Amerika Serikat, Meksiko, dan India.Google Dengan dukungan model AI Gemini, Google Translate kini mampu menerjemahkan frasa yang mengandung idiom dan slang dengan lebih akurat.Selain menghadirkan terjemahan percakapan langsung ke semua headphone, Google juga meningkatkan kemampuan pada fitur terjemahan teks di aplikasi Google Translate. Dengan dukungan model kecerdasan buatan (AI) milik Google yaitu Gemini AI, aplikasi ini kini diklaim lebih bisa memahami konteks kalimat yang diterjemahkan. Sebagai contoh, idiom atau slang bahasa inggris seperti "stealing my thunder" kini bisa diterjemahkan secara akurat ke dalam bahasa lain tanpa kehilangan makna aslinya.Peningkatan fitur terjemahan teks mulai digulirkan hari ini di Amerika Serikat dan Meksiko, baik di aplikasi Google Translate untuk Android, iOS, dan di versi web Google Translate.Google Fitur pembelajaran di aplikasi Google Translate mendapat peningkatan yang lebih baik. Tak hanya itu, Google juga memperlyas fitur Practice, mode latihan (praktek) bahasa yang disediakan di aplikasi Google Translate.Kini, fitur yang pertama kali diperkenalkan dalam versi beta pada Agustus 2025 lalu, sudah tersedia di 20 negara tambahan dan mendukung lebih banyak bahasa. Baca juga: Fitur Translate Chat WhatsApp di iPhone Sudah Tersedia, Dukung 21 BahasaFitur Practice sendiri mengusung konsep pembelajaran yang mirip dengan aplikasi Duolingo. Namun bedanya, fitur ini terintegrasi langsung ke dalam Google Translate.Pada fitur ini, Google memanfaatkan teknologi AI untuk membuat sesi pembelajaran bahasa yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan pengguna, termasuk latihan kosakata dan pemahaman mendengarkan.Adapun saat ini, fitur Practice masih berstatus beta, sehingga kemungkinan belum tersedia untuk semua pengguna, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 07:05