Yogyakarta dan Bandung Diprediksi Jadi Tujuan Favorit pada Nataru 2025/2026

2026-01-12 07:17:56
Yogyakarta dan Bandung Diprediksi Jadi Tujuan Favorit pada Nataru 2025/2026
JAKARTA, - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan hasil survei yang menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bandung jadi yang terfavorit menjadi tujuan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Data tersebut diperoleh dari hasil survei Kemenhub yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS); Kementerian Komunikasi dan Digital; serta akademisi dan praktisi tim pokja.Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa 4,31 persen atau 5,15 juta orang diprediksi menuju Kota Yogyakarta pada masa libur Nataru.Baca juga: Kemenhub: Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025, Jumlah Pemudik Capai 17,18 Juta OrangSetelah Kota Yogyakarta, sebanyak 4,50 juta orang atau 3,76 persen masyarakat menjadikan Kabupaten Bandung sebagai tujuan favorit.Di bawahnya, ada Kabupaten Malang (2,43 persen atau 2,90 juta orang), Kabupaten Bogor (2,09 persen atau 2,49 juta orang), dan Kota Denpasar (1,91 persen atau 2,28 juta orang).Adapun sebanyak 119,5 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan selama masa libur Nataru 2025/2026."Hasil survei menunjukkan bahwa 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,50 juta berencana melakukan perjalanan akhir tahun," ujar Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senin .Baca juga: Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Libur Nataru 2025/2026Kemenhub juga memprediksi puncak arus mudik Natal 2025 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Jumat, 2 Januari 2026.“Puncak perjalanan diperkirakan pada Rabu, 24 Desember 2025, untuk arus keberangkatan dan Jumat, 2 Januari 2026, untuk arus balik dan kepulangan,” ujar Dudy.Dua tanggal tersebut akan menjadi fokus utama pengendalian lalu lintas dan pengaturan operasional seluruh moda transportasi.Baca juga: KAI dan KNKT Selesai Inspeksi Jalur KA Jelang Nataru, Tekankan Utamakan KeselamatanDudy mengatakan potensi kepadatan arus mudik juga terjadi di sejumlah rute pilihan masyarakat, baik jalur arteri maupun jalan tol.Sementara, pengguna jalan tol diperkirakan paling banyak melewati wilayah padat lalu lintas di sekitar Jabodetabek.Untuk itu, Dudy menilai bahwa rekayasa lalu lintas dan peningkatan fasilitas di titik rawan kemacetan perlu dipersiapkan sejak dini."Sehingga baik jalur arteri maupun jalur tol, potensi kemacetan pada titik-titik rawan perlu diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan fasilitas pelayanan atau peristirahatan," ujar Dudy.Baca juga: Jelang Nataru, Kemenhub dan BMKG Didorong Berkoordinasi Antisipasi Cuaca Ekstrem/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan melintasi KM 189 di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025/ siang.Sementara itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta pemerintah tidak mengabaikan pengamanan terhadap tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Nataru.


(prf/ega)