Syarat Berubah, Gamer PC Lawas Terancam Tak Bisa Main Valorant

2026-01-16 01:00:26
Syarat Berubah, Gamer PC Lawas Terancam Tak Bisa Main Valorant
Ringkasan berita: – Riot Games memperbarui syarat keamanan untuk memainkan game tembak-menembak (shooter) kompetitif populer Valorant. Perubahan ini berpotensi membuat sebagian gamer, terutama pengguna PC lawas, tidak lagi bisa memainkan game tersebut jika sistem mereka tidak memenuhi standar keamanan terbaru.Pembaruan syarat ini berkaitan dengan sistem yang bisa menangkal kecurangan (anti-cheat) dalam game milik Riot Games yang dijuluki Vanguard.Kini, versi terbaru Vanguard mewajibkan sebagian pemain melakukan pembaruan (update) BIOS atau firmware untuk motherboard PC mereka.Baca juga: HP Rilis PC Gaming Edisi Khusus Game Valorant, Bawa Desain Ikonik dan Spesifikasi GaharLangkah tersebut diambil setelah Riot menemukan celah keamanan (bug) serius pada firmware UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) alias software BIOS di sejumlah motherboard.Celah ini memungkinkan metode kecurangan tingkat lanjut yang memanfaatkan akses memori sebelum sistem operasi (OS) berjalan atau ketika komputer dinyalakan (pre-boot). Untuk menambal celah itu, Riot mulai memperketat pemeriksaan keamanan di level perangkat keras, di mana pengguna harus melakukan update BIOS motherboard mereka. Jika tidak diperbarui, maka ada kemungkinan mereka tak akan bisa menjalankan Valorant. Riot menyebut kebijakan ini tidak langsung berlaku untuk semua pemain. Untuk sementara, pemeriksaan BIOS hanya diterapkan kepada pemain Valorant tertentu yang sistemnya dianggap “mirip” dengan konfigurasi yang biasa digunakan pemain curang (cheater) untuk menghindari deteksi Vanguard.Namun, Riot membuka kemungkinan aturan ini diperluas, khususnya untuk pemain di peringkat kompetitif tertinggi seperti di tingkat "Ascendant", "Immortal", dan "Radiant". Apabila diterapkan lebih luas, gamer dengan PC lama yang firmware BIOS-nya tidak diperbarui berisiko tidak bisa menjalankan Valorant.Bagi pemain yang tak bisa bermain atau masuk ke dalam Valorant, satu-satunya solusi adalah memperbarui BIOS ke versi terbaru, jika pembaruan tersebut memang disediakan oleh vendor motherboard yang dipakai.Baca juga: RRQ Juara Turnamen E-sports Valorant Asia Pasifik, Jadi Tim Indonesia PertamaSelain Valorant, Riot juga disebut mempertimbangkan penerapan aturan serupa pada game lain seperti League of Legends. Namun, hal tersebut saat ini belum diberlakukan.Riot menyatakan akan terus memantau dampak kebijakan ini dan berkoordinasi dengan produsen perangkat keras, supaya sistem keamanan Vanguard bisa berjalan dengan normal. Para gamer disarankan untuk memeriksa situs resmi pabrikan motherboard masing-masing dan segera memperbarui BIOS jika tersedia, demi memastikan game tetap bisa dijalankan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 00:11