Timnas Putri Korea Utara 7 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Bisa Sangat Kuat?

2026-01-11 22:24:50
Timnas Putri Korea Utara 7 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Bisa Sangat Kuat?
PYONGYANG, - Tim sepak bola putri Korea Utara berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia U-17 setelah mengalahkan Belanda dengan skor 3–0 di Maroko. Kemenangan ini menjadi gelar keempat bagi Korea Utara dalam ajang tersebut.Dengan keberhasilan tim U-20 mereka yang meraih gelar Piala Dunia ketiganya pada 2024, Korea Utara semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan dalam sepak bola putri kelompok umur.Namun, apa faktor yang membuat negara yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa "tidak memiliki tandingan di dunia modern” ini mampu begitu unggul dalam sepak bola usia muda?Baca juga: Thailand Tangkap Legenda Juara Olimpiade karena Tipu Orang Rp 1 Miliar"Olahraga internasional adalah salah satu dari sedikit cara untuk menunjukkan kedaulatan, eksistensi, dan identitas kepada komunitas internasional, Karena itu, keberhasilan besar seperti ini, bagi mereka, merupakan momen penting untuk mengibarkan bendera nasional di hadapan dunia,” ujar Dr Jung Woo Lee, dosen senior Kebijakan Olahraga dan Rekreasi di Universitas Edinburgh, kepada DW."Di sisi lain, di dalam negeri, Korea Utara sering menggunakan olahraga sebagai alat propaganda untuk mengagungkan para pemimpinnya serta menonjolkan kehebatan negaranya.”Becoming #U20WWC Champions for the third time! ????Meski sepak bola sangat populer di Korea Utara, para pemimpin Korea Utara menyadari bahwa "jurang" menuju level tertinggi sepak bola senior terlalu lebar untuk dijangkau dibandingkan sepak bola usia muda.Oleh karena itu, para pemimpin Korea Utara berfokus pada sepak bola putri usia muda, yang dianggap lebih memungkinkan untuk dicapai.Hal inilah yang juga menjelaskan mengapa kesuksesan di level ini tidak banyak berpengaruh terhadap performa tim senior selama bertahun-tahun.Strategi ini bukan tentang membangun jalur pengembangan pemain, melainkan tentang meraih kemenangan."Perbedaan antara klub mapan dan klub berkembang juga sangat besar, karena di banyak negara Eropa sudah ada liga profesional yang mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Lee."Dalam sepak bola usia muda, organisasi olahraga di Eropa lebih menekankan aspek rekreasi dalam bermain. Sementara itu, di Korea Utara anak berusia 13 atau 14 tahun bahkan sudah mengikuti program latihan yang sangat disiplin, sistematis, dan profesional. Itulah yang menyebabkan mereka bisa unggul sejak usia dini,” tambahnya.Di Maroko, tim putri U-17 Korea Utara hanya kebobolan tiga gol sepanjang turnamen dan mencetak tiga gol atau lebih dalam empat penampilan.Capaian ini melanjutkan performa gemilang mereka pada tahun sebelumnya, ketika tim U-20 putri pada 2024 tidak hanya mengalahkan Argentina 6–2, tetapi juga meraih tiga kemenangan beruntun dengan skor 1–0 sejak perempat final hingga menjuarai turnamen.Dengan dukungan Pyongyang International Football School, tempat para pemain muda dipilih, dibina, dan dididik melalui pendekatan yang disiplin serta ilmiah, Korea Utara mampu membaca peluang dan memanfaatkannya secara maksimal.Baca juga: Pengungsi Ukraina Juara Sumo di Jepang, Kini Ranking 2 DuniaBagi Korea Utara, ini juga merupakan kejayaan bagi rezim komunis.


(prf/ega)