PURWOREJO, – Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Purworejo (Polosoro) batal berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam Aksi Damai pada Senin, 8 Desember 2025 untuk menyuarakan aspirasi terkait PMK nomor 81 tahun 2025.Empati terhadap korban bencana di Sumatera menjadi salah satu alasan mereka.Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan, koordinator wilayah, dan para ketua kecamatan yang digelar Minggu siang di Pringgowijayan, Kecamatan Kutoarjo.Sebelumnya, Polosoro berencana menyuarakan aspirasi kepada Pemerintah Pusat agar PMK Nomor 81 Tahun 2025 yang berdampak pada batalnya pencairan Dana Desa tahap II non-earmark tahun 2025 itu dicabut.Baca juga: Kades di Purworejo Serentak Bergerak ke Jakarta jika Dana Desa Tak Cair hingga 6 DesemberKetua Umum Polosoro Purworejo, Suwarto, menyampaikan bahwa pembatalan ini didasarkan pada dua pertimbangan.Pertimbangan pertama, adalah empati terhadap musibah bencana yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.Menurutnya, di saat banyak daerah sedang berduka, pihaknya merasa kurang tepat jika tetap melaksanakan aksi demonstrasi.“Di saat banyak saudara kita sedang dirundung musibah, kami merasa empati dan solidaritas harus menjadi prioritas,” ujar Suwarto kepada Kompas.com pada Senin .Baca juga: Ratusan Desa di Purworejo Tak Bisa Cairkan Dana Desa, Kades Siapkan Aksi ke JakartaPertimbangan kedua, Polosoro memilih untuk melanjutkan perjuangan melalui jalur lobi dan diplomasi.Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog konstruktif dengan pemerintah pusat dinilai lebih strategis dalam memperjuangkan penegakan Undang-Undang Desa secara utuh.“Kami tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak desa. Hanya saja, saat ini kami memilih jalur diplomasi sebagai strategi utama,” lanjutnya.Suwarto mengakui, bahwa keputusan tersebut bukanlah keputusan yang mudah.Ia memahami, semangat para kepala desa dan perangkat desa di Purworejo yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk berangkat ke Jakarta.Baca juga: Diguyur Hujan Tak Surutkan Solidaritas, Mahasiswa Purworejo Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera“Ini adalah pilihan yang sangat berat. Namun kami berharap seluruh rekan-rekan, khususnya di Purworejo, dapat memahami. Perjuangan tidak berhenti, hanya berganti strategi. Kami juga tetap menghormati teman-teman dari daerah lain yang memutuskan tetap berangkat ke Jakarta,” tegas Kepala Desa Jatimalang itu.Dengan keputusan ini, Polosoro Purworejo menegaskan perjuangan tetap berjalan, namun disesuaikan dengan kondisi nasional yang tengah diliputi keprihatinan akibat bencana.
(prf/ega)
Empati Bencana Sumatera, Kades di Purworejo Kompak Batalkan Aksi Protes PMK 81 ke Jakarta
2026-01-12 10:07:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:43
| 2026-01-12 09:42
| 2026-01-12 09:15
| 2026-01-12 09:06










































