Penolakan Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango di Cianjur Menggema, Warga Gerudug Kantor Bupati

2026-02-01 19:01:58
Penolakan Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango di Cianjur Menggema, Warga Gerudug Kantor Bupati
CIANJUR, – Penolakan terhadap proyek geotermal di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, Jawa Barat, kian masif.Masyarakat kaki gunung bersama elemen mahasiswa, ormas, LSM, dan pegiat lingkungan menggeruduk Kantor Pendopo Bupati Cianjur, Rabu untuk menyuarakan aspirasinya.Mereka menolak tegas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tersebut, sekaligus mengajak para pemangku kebijakan di Cianjur untuk menyuarakan hal serupa.Baca juga: Demo Tolak Proyek Geotermal TNGGP Ricuh, Massa Jebol Gerbang Pendopo Bupati CianjurPasalnya, proyek itu berpotensi merusak lingkungan dan mengancam hajat hidup masyarakat setempat.“Gunung Gede sebagai kawasan konservasi, paru-paru dunia. Kita tidak ingin terjadi seperti di Aceh, Medan, Sumbar,” ujar Pegiat Lingkungan Sabang Sirait dalam orasinya.Sabang meminta bupati mendengarkan aspirasi ini dan mendesak pemerintah pusat mencabut izin pembangunan proyek tersebut.“Apabila tidak dicabut, kami akan terus menggelar aksi ini lebih besar lagi, Kita akan kepung pendopo. Kita aksi di provinsi, dan ke presiden,” ucapnya.Baca juga: Keuskupan Agung Ende Tolak Proyek Geotermal di Ngada dan EndeMenurut Sabang, proyek panas bumi tersebut dapat mengancam kelestarian alam.Apabila TNGGP rusak, maka wilayah-wilayah sekitar, yakni Cianjur, Sukabumi, Bogor, dan Jakarta akan terdampak.“Tolong, jangan dirusak. Tidak ada lagi kita, bakal terkikis, bencana, mati semua kita. Pak bupati, pakai hati nurani, kalau tidak mampu memimpin, sebaiknya mundur saja,” ujar Sabang.Sabang juga mendesak Bupati Cianjur, Wahyu Ferdian merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dinilai membuka ruang bagi proyek geotermal.“Pak presiden, tolong cabut izin proyek geotermal ini,” tandasnya.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Masyarakat kaki Gunung Gede Pangrango di Cianjur, Jawa Barat, menggelar aksi menolak proyek geotermal di kawasan konservasi tersebut.Pengunjuk rasa lainnya, Nosatos, mengajak seluruh elemen, terutama para pemangku kebijakan di Cianjur, untuk bersama-sama menolak proyek ini sebagai upaya pecegahan potensi bencana.“Ini waktu yang tepat bagi para pemangku kebijakan untuk mencegah adanya bencana yang akan datang. Bukankah pencegahan itu lebih baik dari pada penanggulangan?”“Gunung Gede milik rakyat, bukan untuk dirusak. Air hilang, kehidupan terganggu. Hutan lestari, rakyat mandiri. Jaga hutan jaga kehidupan. Tolak geotermal,” ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-01 16:54