Spot Foto Planet Bromo Ternyata Dilarang Dikunjungi, Ini Alasannya

2026-02-01 15:55:47
Spot Foto Planet Bromo Ternyata Dilarang Dikunjungi, Ini Alasannya
- Planet Bromo beberapa waktu terakhir kerap populer sebagai spot foto yang terlihat “beda”, dengan lanskap gersang ala planet asing yang memukau.Namun di balik visualnya yang epik, kawasan ini ternyata bukan tempat wisata dan tidak boleh dikunjungi.Banyak orang belum tahu bahwa Planet Bromo adalah bagian dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Bromo (zona paling berbahaya yang memiliki risiko langsung dari aktivitas gunung api).Baca juga: Bromo dan Tumpak Sewu jadi Destinasi Favorit Wisatawan Mancanegara Saat NataruMenurut Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Bromo, Planet Bromo masuk kategori KRB III atau Hazard Zone III. Zona ini meliputi radius hingga 2 kilometer dari kawah Gunung Bromo, di mana potensi bahaya bisa muncul kapan saja, seperti:lontaran batu pijarKarena risiko tinggi ini, aktivitas manusia tidak diperbolehkan di area tersebut. Kawasan harus selalu steril dari keramaian demi menjaga keselamatan dan meminimalkan gangguan terhadap alat pemantauan PVMBG.PVMBG menetapkan Gunung Bromo berada pada status Waspada (Level II). Ini berarti aktivitas gunung api meningkat dan erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa banyak tanda.Status ini menjadi alasan utama mengapa kawasan Planet Bromo tidak boleh dijadikan lokasi trek, jalur motor trail, apalagi spot foto.Planet Bromo adalah bagian dari Zona Rimba, yaitu zona untuk perlindungan keanekaragaman dan proses alami.Baca juga: Mau ke Bukit Premium Bromo? Ini Aturan Kunjungan dan Zona TerlarangSesuai Permenhut P.56/Menhut-II/2006, zona ini memiliki akses terbatas dan bukan diperuntukkan bagi wisata atau aktivitas rekreasi. Mengunjungi area ini justru melanggar fungsi konservasi yang harus dijaga.Kawasan Planet Bromo tersusun dari material vulkanik yang:Inilah alasan pengunjung dilarang memasuki area tersebut. Di sinilah terdapat alat pendeteksi gempa./ERWIN HUTAPEA Area di sekitar kawah Gunung Bromo, Jawa Timur.Bahkan aktivitas kecil seperti berjalan kaki bisa mengganggu kestabilan tanah maupun merusak peralatan pendeteksi getaran yang dipasang PVMBG, seperti seismograf dan sensor EDM.Apalagi, pendaki yang tidak bertanggung jawab juga membuang sampahnya di alat pemantau ini.Meskipun tidak ada korban jiwa pada aktivitas terbaru, risiko tetap ada. Bahaya di kawasan Planet Bromo mencakup:Baca juga: Ke Bromo Kini Bisa Naik DAMRI dari Malang dan Surabaya, Ini JadwalnyaBila kawasan dibiarkan dikunjungi, risiko keselamatan pengunjung meningkat tinggi—bahkan hanya untuk sekadar mengambil foto.Planet Bromo memang terlihat keren dan fotogenik, tetapi bukan tempat wisata dan tidak boleh dikunjungi.Kawasan ini masuk zona sangat berbahaya, merupakan bagian dari area konservasi, dan memiliki risiko erupsi hingga longsor yang nyata.Jadi, sebelum mengatur perjalanan atau memotret lanskap di Bromo, pastikan tetap berada pada jalur resmi dan area yang sudah dinyatakan aman oleh pihak Taman Nasional serta PVMBG.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-01 13:55