Tim Trauma Healing Polda Jateng Pulihkan Korban Bencana Cilacap-Banjarnegara

2026-02-04 10:06:56
Tim Trauma Healing Polda Jateng Pulihkan Korban Bencana Cilacap-Banjarnegara
Polda Jawa Tengah menerjunkan tim trauma healing di empat wilayah terdampak bencana, yakni di Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga. Tim tersebut dikerahkan untuk memulihkan kondisi psikologis warga terdampak bencana.Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menjelaskan tim psikolog Biro SDM Polda Jateng diterjunkan untuk membantu tim psikologi polres setempat. Dia berharap pendampingan pengungsi bisa lebih optimal."Dengan kehadiran tim trauma healing ini kami berharap masyarakat yang terdampak bencana bisa lebih kuat secara mental, merasa nyaman, dan terayomi di tengah situasi sulit," jelas Artanto dilansir detikJateng, Senin .Polda Jateng mengatakan tim itu dikerahkan membantu korban longsor di Cilacap, Banyumas, dan Banjarnegara. Sedangkan warga di Purbalingga terdampak tanah bergerak.Polda Jateng juga mengerahkan tim SAR gabungan untuk mencari korban. Unit K9 atau anjing pelacak juga dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban."Kepada warga di lokasi pengungsian, kita berikan pelayanan kesehatan, bantuan makanan, serta pendampingan di pengungsian juga diberikan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," jelas Artanto.Polda Jateng ikut memastikan fasilitas pengungsian yang layak. Polda Jateng juga membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, air bersih, pembalut hingga popok.Simak selengkapnya di sini.Lihat juga Video: Pengungsi Lewotobi Terima Bantuan hingga Trauma Healing[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 09:03