Suasana Mencekam Saat Tawuran di Lowokwaru Malang, Warga Tak Berani Menolong

2026-01-12 06:23:52
Suasana Mencekam Saat Tawuran di Lowokwaru Malang, Warga Tak Berani Menolong
MALANG, - Suasana mencekam menyelimuti kawasan padat penduduk di Jalan Telaga Warna Blok E, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, saat tawuran antar-pemuda pecah pada Sabtu dini hari.Bentrokan yang terjadi di lingkungan indekos mahasiswa itu membuat warga memilih berdiam diri di dalam rumah. Sebab, sejumlah pemuda yang terlibat membawa sejata tajam jenis parang.Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut berlangsung di area yang dikenal ramai dengan indekos mahasiswa.Baca juga: Tawuran Mahasiswa di Malang, 1 Korban Tewas dan 2 KritisRumah warga berdempetan dengan bangunan indekos, sehingga bentrokan yang terjadi tepat di tengah permukiman itu menimbulkan ketakutan luar biasa.Salah satu warga setempat, Galimun (49) mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun warga yang berani keluar rumah saat kejadian berlangsung.Warga hanya bisa mengintip dari lantai dua untuk memastikan bentrok tidak semakin membesar.“Waktu kejadian, warga tidak ada yang keluar. Karena ada beberapa orang yang bawa parang,” kata Galimun, Sabtu .Menurutnya, puluhan pemuda terbagi dalam dua kelompok dan terlibat saling serang. Situasi semakin mencekam karena suara teriakan dan keributan terdengar jelas di lingkungan sekitar.Galimun menyampaikan, korban yang terjatuh di tengah bentrokan tidak ditolong warga sekitar. Dalam kondisi kacau tersebut, korban justru dibantu oleh rekan-rekannya sendiri.“Yang menolong korban jatuh temannya sendiri, antar suku atau antar daerah,” ujarnya.Baca juga: Tawuran Petasan 2 Malam Berturut-turut Meresahkan Warga Mimika, Polisi Tingkatkan PatroliWarga sama sekali tidak berani mendekat hingga situasi benar-benar mereda. Baru sekitar pukul 05.00 WIB, setelah kondisi dinilai aman, warga perlahan berani keluar rumah.“Warga baru keluar pagi. Tempat kejadian perkara baru bersih sekitar jam 5 pagi,” kata Galimun.Ia menyebut, kawasan tersebut memang didominasi oleh indekos mahasiswa dari berbagai daerah. Keramaian pendatang membuat konflik kerap muncul.Galimun juga mengungkapkan bahwa tawuran serupa pernah terjadi sebelumnya, bahkan pada periode Natal dan Tahun Baru tahun lalu. Namun, saat itu tidak sampai menelan korban jiwa.“Sebelumnya setahun yang lalu, pas Nataru gini, tawuran juga. Tapi tidak ada yang meninggal,” ucapnya.Baca juga: AKBP Oloan yang Tembak Remaja Tawuran Dimutasi Jadi Pamen Polda SumutWarga berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat dampaknya yang meresahkan dan membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.“Mudah-mudahan tidak ada lagi, semoga aman selanjutnya. Soalnya setiap Nataru pasti kejadian,” kata Galimun.Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab bentrokan serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut."Terkait pemicunya apa kami masih lakukan penyelidikan, untuk korban dari kedua belah pihak. Satu meninggal dunia serta dua luka-luka," kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta.


(prf/ega)