Imigrasi Jaksel Luncurkan Layanan Izin Tinggal Eksklusif untuk Pemegang Golden Visa

2026-01-16 15:52:57
Imigrasi Jaksel Luncurkan Layanan Izin Tinggal Eksklusif untuk Pemegang Golden Visa
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan meluncurkan layanan South Jakarta Immigration Stay Permit Lounge (SIMPLE). SIMPLE merupakan layanan izin tinggal eksklusif bagi investor asing dan pemegang Golden Visa, yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jakarta.Peresmian dilakukan Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Brigjen Yuldi Yusman dan dihadiri unsur pimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pemprov DKI Jakarta, perwakilan Kementerian PAN-RB, Kementerian Investasi/BKPM, Ombudsman RI, unsur Forkopimda, perwakilan negara sahabat, serta para investor dan pemegang Golden Visa.SIMPLE merupakan layanan izin tinggal berbasis lounge yang dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, privasi, dan standar pelayanan berkelas internasional bagi investor asing. Layanan ini merupakan wujud transformasi digital, percepatan pelayanan publik, serta dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam meningkatkan arus investasi ke Indonesia.Berlokasi di MPP Jakarta, SIMPLE menjadi bagian dari kolaborasi antarinstansi yang menghadirkan one-stop service bagi investor, mulai pengajuan izin tinggal hingga administrasi pendukung investasi lainnya.Yudli menyampaikan kebutuhan layanan premium semakin relevan seiring pertumbuhan signifikan pemegang izin tinggal tujuan investasi. Sejak 2023, kebutuhan layanan premium meningkat. Berikut datanya:Tahun 2023: 928 orang Tahun 2024: 1.546 orang Januari-Oktober 2025: 2.438 orang"Wilayah Jakarta Selatan juga tercatat sebagai salah satu pusat konsentrasi pemegang Golden Visa, dengan 83 investor hingga Oktober 2025 dan total nilai komitmen investasi mencapai Rp 115,9 miliar," ujar Yuldi, dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).Dia mengatakan, selain Golden Visa, kategori izin tinggal lain, seperti Second Home Visa, Eks-WNI, Global Talent, hingga Silver Hair Visa, turut memperkuat ragam layanan izin tinggal di wilayah Jakarta Selatan.Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan, Bugie Kurniawan, menjelaskan layanan SIMPLE merupakan bentuk nyata komitmen Imigrasi memberi pelayanan PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel).Bugie menegaskan SIMPLE menjadi tonggak baru layanan publik yang mengedepankan inovasi, teknologi, dan kenyamanan bagi pengguna layanan. Lalu, apa saja yang dihadirkan dalam layanan SIMPLE?- Pelayanan digitalisasi yang komprehensif dan akurat - Sistem informasi terpadu - Penyampaian informasi spesifik dan mudah dipahami - Kenyamanan lounge dengan standar internasionalLayanan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi kantor imigrasi lain di seluruh Indonesia dalam memperkuat iklim investasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.Melalui kehadiran SIMPLE, Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan digitalisasi keimigrasian modern dan responsif, meningkatkan daya saing ekonomi dan daya tarik investasi, memperkuat sinergi antarinstansi dalam penyediaan layanan publik berkelas dunia dan menjadikan SIMPLE sebagai model nasional layanan izin tinggal investor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 15:27