Cerita di Balik Panggung Monoplay Melati Pertiwi: Riset Unik Isyana Sarasvati sampai Debut Emosional Glory Hillary

2026-01-12 06:51:34
Cerita di Balik Panggung Monoplay Melati Pertiwi: Riset Unik Isyana Sarasvati sampai Debut Emosional Glory Hillary
JAKARTA, - Pementasan teater Monoplay Melati Pertiwi tidak hanya menyajikan kisah pahlawan, tetapi juga menyimpan berbagai cerita menarik di balik proses persiapannya.Dari riset unik yang dilakukan Isyana Sarasvati hingga debut panggung aktris muda Glory Hillary, para pemain mengungkap proses kreatif mereka usai General Rehearsal (GR) di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa kemarin.Baca juga: Monoplay Melati Pertiwi Siap Hadirkan Kisah Enam Pahlawan Perempuan Indonesia di Panggung TeaterPenyanyi dan aktris Isyana Sarasvati memiliki cara riset yang personal dalam mendalami perannya sebagai pahlawan nasional S.K.Trimurti.Untuk menangkap logat dan nada bicara Jawa yang otentik, Isyana meminta bantuan langsung dari sang ibu untuk membacakan naskahnya."Aku sama kayak Kak Tika (Bravani), 'Bu ini coba Ibu baca skrip ini, baca aja'," kata Isyana menirukan permintaannya kepada sang ibu.Baca juga: Monoplay Melati Pertiwi Hidupkan Kembali Kisah Pahlawan Perempuan, Narasi Sejarah dari Sudut Pandang Srikandi NusantaraIa juga mendapat wawasan dari ayahnya, yang pernah bertemu dan mewawancarai langsung almarhumah S.K.Trimurti.Tantangan menguasai dialek daerah juga menjadi fokus utama bagi para aktris lain.Marcella Zalianty, pemeran Laksamana Malahayati, mengaku kesulitan menaklukkan aksen Aceh."Susah sekali sih buat aku sebetulnya untuk ke Aceh ya. Karena Aceh itu termasuk salah satu bahasa yang mungkin bisa dikatakan tersulit," ungkap Marcella.Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah debut panggung aktris muda Glory Hillary yang memerankan pahlawan asal Maluku, Christina Martha Tiahahu.Meski menjadi pengalaman pertamanya di panggung teater, penampilan Glory sukses membuat haru penonton.Baca juga: Dalami Peran SK Trimurti, Isyana Sarasvati Minta Sang Ibu Bacakan Naskah Monoplay Melati PertiwiDengan penjiwaan yang kuat dan pengucapan dialek Ambon yang otentik, Glory berhasil menyampaikan emosi perjuangan dan penderitaan karakternya dengan sangat baik."Kalau kesulitan untuk pelafalan sebenarnya enggak ada, karena aku memang berdarah Ambon juga. Jadi penyesuaiannya hanya di hafalan saja sih," ungkap Glory.Selain proses kreatif, para aktris juga menghadapi berbagai tantangan lain selama masa persiapan yang disebut "super singkat".Aktris Maudy Koesnaedi yang memerankan tokoh Nyi Ageng Serang mengungkap kesulitan teknis saat harus beradaptasi dengan desain panggung yang miring, yang membuatnya hampir merosot saat adegan duduk bersila.Di sisi lain, Hana Malasan menghadapi tantangan dalam hal riset untuk perannya sebagai Ratu Kalinyamat.Ia mengakui sulitnya mencari sumber informasi yang mendalam karena keterbatasan waktu. "Karena waktu yang singkat, akhirnya hanya banyak diskusi dengan penulis dan bermain imajinasi supaya bisa membentuk karakternya dengan baik," kata Hana.


(prf/ega)