Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan dan Pemudik ke Gunungkidul Diimbau Tak Lewat 2 Jalur Ini

2026-01-15 22:39:21
Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan dan Pemudik ke Gunungkidul Diimbau Tak Lewat 2 Jalur Ini
YOGYAKARTA, - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan imbauan kepada wisatawan dan pemudik untuk tidak melintasi tanjakan Bundelan dan tanjakan menuju Obelix Sea View-Bukit Paralayang.Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan, mengingatkan agar wisatawan dan pemudik yang belum familier dengan jalur tersebut menghindari dua jalur ekstrem di Gunungkidul selama periode libur."Kami memperkirakan puncak pemudik akan terjadi beberapa kali, yaitu pada tanggal 20-21 Desember dan 24-25 Desember. Untuk libur Tahun Baru, puncak pertama diprediksi pada 28-29 Desember 2025, sedangkan puncak kedua pada 3-4 Januari 2026," ungkap Irawan saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, pada Kamis .Baca juga: Sleman Bersiap Hadapi Lonjakan Arus Nataru, Dishub Petakan Titik Rawan MacetIrawan menambahkan, jumlah kendaraan yang diperkirakan masuk ke Gunungkidul akan mencapai sekitar 204 ribu kendaraan, sama dengan tahun sebelumnya.Namun, ia memperkirakan akan ada penurunan jumlah pemudik karena berdekatan dengan libur Lebaran pada Februari-Maret.Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perhubungan mengimbau wisatawan untuk tidak melintasi tanjakan Bundelan di Ngawen dan tanjakan menuju Obelix Sea View di Purwosari.Jalur alternatif yang dapat digunakan adalah melalui Sambeng untuk tanjakan Bundelan dan jalur Paralayang melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) untuk tanjakan Obelix.Kedua tanjakan tersebut dikenal curam dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi kendaraan yang tidak kuat menanjak."Kita bersama pihak kepolisian akan menjaga jalur itu," tegas Irawan.Baca juga: Jelang Nataru Khofifah Datangi Pasar Murah di Bangkalan, Beras 10 Ton Diburu Para IbuKabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim, menambahkan bahwa jalur Kapanewon Patuk hingga Simpang Tiga Gading menjadi fokus pengamanan karena dikenal sebagai titik dengan tingkat kecelakaan tinggi, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam.Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, Polres Gunungkidul akan menerjunkan 240 personel, serta mendirikan 4 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan.Selain itu, terdapat 25 jalur yang akan diawasi dan pengamanan di 5 gereja besar serta puluhan gereja kecil. "Sejumlah tim urai dan tim ganjal ban juga diterjunkan untuk mengurai kemacetan sekaligus merespons cepat jika terjadi insiden," kata Mustaqim.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 21:49