- Menjemur bantal, guling, dan kasur di bawah sinar matahari mungkin menjadi salah satu kebiasaan kakek, nenek, orang tua atau keluarga di rumah.Hal itu biasa dilakukan dengan tujuan mengeringkan bantal, guling, atau kasur usai dicuci. Selain itu, menjemur di bawah sinar matahari diyakini dapat menghilangkan bau apek.Sebuah penelitian mengungkapkan menjemur peralatan tidur di bawah sinar matahari tak hanya berfungsi untuk mengeringkan dan menghilangkan bau, tetapi juga dapat menghilangkan kuman dan bakteri.CEO produsen perlengkapan tidur Piglet in Bed, Jessica Hanley mengatakan bantal yang sering terkena keringat dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.Ia menyebutkan bahwa sinar ultraviolet (UV) dari matahari diketahui memiliki kemampuan untuk mengurangi jumlah bakteri.“Sinar UV dari matahari terbukti dapat mengurangi bakteri, dan ini sangat baik karena bantal yang tertutup keringat bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri,” kata Hanley, dilansir House Digest, Jumat . Baca juga: Suka Tidur Memeluk Bantal? Mungkin Anda Sedang Alami 4 Kondisi IniPenelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Microbiome pada 2018 menunjukkan bahwa paparan sinar UV, baik dari matahari maupun sumber buatan, mampu membunuh mikroorganisme seperti bakteri dan virus, bahkan di dalam ruangan melalui jendela.Para peneliti dari University of Oregon membangun 11 ruangan mini dengan pengaturan iklim terkontrol untuk merekonstruksi kondisi udara di rumah atau gedung perkantoran.Tujuan eksperimen tersebut adalah mempelajari pengaruh sinar matahari biasa, sinar ultraviolet (UV), dan tanpa cahaya terhadap mikrobioma ruangan, yakni campuran bakteri yang ada di suatu lingkungan.Para peneliti kemudian mengumpulkan debu dari rumah-rumah, lalu menaburkannya ke setiap ruangan mini berukuran rumah boneka tersebut.Baca juga: Cara Ampuh Menghilangkan Noda Iler di BantalRuangan-ruangan itu kemudian diletakkan di luar ruangan agar terkena sinar matahari, sementara suhu di dalam ruangan dijaga tetap seperti kondisi dalam ruangan pada umumnya selama 90 hari.Setelah tiga bulan, para peneliti mengumpulkan kembali sampel debu dari masing-masing 11 ruangan dan meneliti jumlah serta viabilitasnya, yakni kemampuan bakteri untuk tetap hidup dan berkembang biak.Di ruangan tanpa cahaya, sebanyak 12 persen bakteri tetap hidup dan viabel. Sementara itu, di ruangan yang terpapar cahaya siang hari, hanya 6,8 persen bakteri yang masih viabel, yang mana hampir setengah dari jumlah bakteri di ruangan gelap.Ruangan yang terpapar sinar UV memiliki jumlah bakteri hidup yang sedikit lebih rendah dibandingkan ruangan yang terpapar sinar matahari biasa. Sebanyak 6,1 persen bakteri di ruangan tersebut masih viabel setelah 90 hari sejak eksperimen dimulai.Baca juga: Suka Tidur Tidak Pakai Bantal? Waspadai Dampak Jangka Panjangnyabeerphotographer Ilustrasi sinar matahari
(prf/ega)
Menjemur Bantal di Bawah Matahari Bisa Bunuh Kuman dan Bakteri, Ini Penjelasan Ilmiahnya
2026-01-11 03:53:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:53
| 2026-01-11 03:12
| 2026-01-11 02:47
| 2026-01-11 01:47










































