Kronologi KMP Cemerlang 55 Kandas di Perairan Gilimanuk

2026-02-04 10:29:47
Kronologi KMP Cemerlang 55 Kandas di Perairan Gilimanuk
BANYUWANGI, - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang mengurai kronologi dan penyebab kandasnya KMP Cemerlang 55 di Perairan Gilimanuk, Selasa .Korsatpel BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, berdasarkan pernyataan nakhoda, KMP Cemerlang 55 awalnya bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada pukul 13.02 WIB. "Saat berada di alur pelayaran, kapal diterpa kondisi cuaca hujan deras dan jarak pandang terbatas. Hal ini menyebabkan kapal mengalami kesulitan untuk bermanuver," kata Bayu.Baca juga: KMP Cemerlang 55 Kandas di Perairan Gilimanuk, 53 Penumpang Dievakuasi Setengah jam kemudian, atau pukul 13.30 WIB, KMP Cemerlang 55 sudah berada di area bibir pantai dan melintasi jalur kanan, tetapi terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari kapal yang merapat. Nakhoda menyatakan, kapal kandas dikarenakan kesulitan pengereman pada saat kapal terhempas. Tali-tali jangkar putus tetapi tidak mengalami kebocoran. "Untuk penyebab teknis, haluan kapal mengalami bengkok pada AS hidrolis, sehingga kapal tidak dapat digunakan untuk olah gerak," ucap Bayu. Akibat insiden tersebut, KMP Cemerlang 55 kandas dengan kedalaman sisi kiri buritan kurang lebih 2,5 meter, sedangkan sisi kanan kurang lebih tiga meter.Baca juga: Kapal Fast Boat dari Nusa Penida Tenggelam dan Kandas di SanurSementara itu, meski kapal sempat terseret sejauh 1,81 nautical mile dari Pelabuhan Gilimanuk, semua penumpang berhasil dievakuasi. Komandan Pos TNI AL (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto mengatakan, sesuai manifest jumlah penumpang tercatat sebanyak 53 orang dengan total kendaraan 23 unit dengan rincian 14 unit sepeda motor, satu unit tosa, dan 8 unit kendaraan kecil atau sejenis mobil pribadi. "Beberapa jam setelah kandas, KMP Cemerlang 55 akhirnya berhasil lepas kandas sekitar pukul 17.45 Wita," kata Bayu Primanto.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 10:25