Call Center 110 Capai 94%, Polda Banten Jamin Layanan Masyarakat Cepat-Lancar

2026-02-01 22:59:02
Call Center 110 Capai 94%, Polda Banten Jamin Layanan Masyarakat Cepat-Lancar
Polda Banten menyampaikan perkembangan penanganan laporan pada nomor siaga 110. Polda Banten menyampaikan persentase laporan terjawab mencapai 94 persen.Wakapolda Banten Brigjen Hendra Wirawan mengunjungi Polres Serang di bawah pimpinan Kapolres AKBP Condro Sasongko. Dia ingin memastikan fasilitas aduan masyarakat berjalan dengan baik."Kami ingin memastikan seluruh sarana pendukung kinerja anggota siap digunakan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan lancar," ujar Hendra, Jumat (21/11/2025).Hendra menyebut personel operator 110 memiliki peran penting dalam rantai pelayanan. Operator bertugas memverifikasi data pelapor, mengklasifikasi kebutuhan, mencatat laporan pada aplikasi layanan, serta meneruskan informasi ke SPKT dan fungsi terkait."Operator 110 juga harus memonitor tindak lanjut laporan hingga menerima perkembangan penanganan dari petugas lapangan," jelas Hendra.Sementara itu, Karoops Polda Banten Kombes Yofie Girianto Putro menyampaikan perkembangan positif terkait layanan kepolisian 110 di wilayah Banten. Menurutnya, persentase panggilan terjawab mencapai lebih dari 90 persen."Polda Banten saat ini menempati peringkat 3 nasional dengan total panggilan masuk 1.149 kali. Dari jumlah itu, 952 panggilan berhasil terjawab, 56 tidak terjawab, dan 141missed call. Persentase panggilan terjawab mencapai 94,44 persen," katanya.Dia menambahkan bahwa layanan Polisi 110 merupakan kanal penting bagi masyarakat untuk melapor atau mengadukan permasalahan keamanan."Layanan ini dibuat agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan, laporan tindak pidana, ataupun gangguan kamtibmas melalui telepon secara cepat," kata Yofie.Tonton juga video "Kemenkes Buka Hotline Pengaduan Keracunan MBG"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-01 21:56