Kecaman Venezuela Kala Trump Ancam Tutup Ruang Udara

2026-02-02 19:04:58
Kecaman Venezuela Kala Trump Ancam Tutup Ruang Udara
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap Venezuela dengan mengeluarkan ancaman serius untuk menutup ruang udara negara tersebut sepenuhnya. Ancaman ini diumumkan Trump melalui jejaring sosial pribadinya, yang ditujukan kepada maskapai penerbangan, pilot, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba dan perdagangan manusia.Ancaman tersebut langsung menuai kecaman keras dari Caracas. Venezuela memandang langkah AS, termasuk pembangunan besar-besaran kekuatan militer di Karibia, sebagai upaya tekanan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.Kementerian Luar Negeri Venezuela secara resmi menyebut peringatan Trump sebagai "ancaman kolonialis" dan 'agresi yang berlebihan'.Dilansir AFP, Minggu (30/11/2025), Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancamannya secara terbuka dan tegas melalui jejaring sosial Truth miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia secara khusus mencantumkan pihak-pihak yang perlu memperhatikan peringatan ini.Trump menulis, "Kepada seluruh Maskapai, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pelaku Perdagangan Manusia." Ia kemudian melanjutkan ancamannya dengan huruf kapital: "Harap anggap RUANG UDARA DI ATAS DAN SEKITAR VENEZUELA SEPENUHNYA DITUTUP."Peringatan tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah regulator penerbangan AS meminta maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan di dekat Venezuela seiring meningkatnya ketegangan, yang juga mendorong beberapa maskapai besar menangguhkan penerbangan.Pemerintah Venezuela segera merespons ancaman penutupan ruang udara tersebut dengan kecaman keras. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Venezuela merilis pernyataan resmi yang menyebut ancaman tersebut sebagai "ancaman kolonialis" yang berupaya memengaruhi kedaulatan wilayah udaranya.Secara eksplisit, pernyataan itu menyebut komentar terbaru Trump sebagai "agresi baru yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela."Pihak Caracas memandang pengerahan militer AS di Karibia, yang juga mencakup kapal induk terbesar di dunia, sebagai upaya tekanan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.Meskipun Presiden AS tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait langkah penutupan ruang udara ini, ancaman tersebut memiliki potensi dampak serius. Menjelang sore hari setelah ancaman dikeluarkan, situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan hanya sedikit pesawat yang beroperasi di atas wilayah Venezuela.Selain itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela juga memperingatkan bahwa gangguan ruang udara tersebut dapat menghentikan penerbangan repatriasi migran Venezuela dari Amerika Serikat. Hal ini menambah dimensi kemanusiaan pada eskalasi ketegangan politik dan militer yang tengah berlangsung.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 18:24