Per November 2025 Superbank (SUPA) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 122,4 M

2026-01-17 03:57:54
Per November 2025 Superbank (SUPA) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 122,4 M
JAKARTA, - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba sebelum pajak (PBT) Rp 122,4 miliar per November 2025. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengungkapkan laba itu tercapai berat dukungan layanan digital Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank dan GXS. Tigor menyebut, capaian itu didorong kinerja pendapatan yang tumbuh secara konsisten. “Pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa model bisnis Superbank semakin matang,” ujar Tigor dalam keterangan resminya, Minggu . Baca juga: Saham Superbank (SUPA) Terbang Usai IPO, Analis Soroti Valuasi dan Prospeknya Seiring pertumbuhan intermediasi berkelanjutan, Superbank mencatat pendapatan bunga bersih melonjak hingga 165 persen secara tahunan (year on year) menjadi Rp 1,4 triliun. Pertumbuhan itu tercermin pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 149 persen (year on year( menjadi Rp 11 triliun. Penyaluran kredit juga meningkat 58 persen (year on year) hingga menembus angka Rp 9,3 triliun. Tren positif itu ikut mendorong pertumbuhan aset Super Bank hingga 69 persen (year on year) menjadi Rp 18 triliun per akhir November 2025. Baca juga: Raup Dana IPO Rp 2,79 Triliun, Superbank (SUPA) Jadi IPO Terbesar di Sektor Bank Digital Menurut Tigor, sejak pihaknya meluncurkan aplikasi digital pada Juni 2024, layanan Superbank sudah menjangkau lebih dari 6 juta nasabah. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan mereka kepada layanan perbankan digital yang aman. Tigor mengungkapkan, pihaknya juga mencatat rata-rata transaksi harian tembus 1 juta transaksi per hari, naik 40 persen pada kuartal ketiga tahun 2025 dibanding periode sebelumnya. “Fokus kami tetap pada membangun layanan perbankan digital yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dijalankan secara prudent, dan didukung oleh fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar Tigor.Baca juga: IPO Superbank Disambut Antusias, Saham SUPA Naik 24,41 Persen Lebih lanjut, Tigor menyebut dengan capaian kinerja dan penguatan modal itu Superbank kini telah memenuhi kriteria Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2, pasca pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek indonesia (BEI). Modal inti Superbank yang kini melebihi Rp 6 triliun Superbank memiliki struktur permodalan yang lebih kuat sehingga bisa memperbesar skala usaha dan masuk ke fase berikutnya sebagai perusahaan publik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-17 03:34