Warga Minta TPA Cipeucang Ditutup, Pilar Saga: Penutupan Bisa Jadi Bencana Lingkungan

2026-01-12 06:25:53
Warga Minta TPA Cipeucang Ditutup, Pilar Saga: Penutupan Bisa Jadi Bencana Lingkungan
TANGERANG SELATAN, – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyatakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong belum bisa ditutup meskipun banyak warga mendesak penutupan TPA tersebut.Ia menjelaskan, penutupan TPA Cipeucang saat ini sangat berisiko menimbulkan bencana lingkungan bagi warga Tangsel."Cipeucang masih beroperasi, karena kalau ditutup itu bisa menjadi bencana lingkungan karena semua sampah saat ini dioptimalkan untuk dilakukan penataan di wilayah Cipeucang," ujar Pilar di Gedung DPRD Tangsel, Setu, Tangsel, Selasa .Baca juga: Viral Video 19 Karyawan Terra Drone Minta Tolong di Atap Gedung, Bagaimana Nasibnya?Menurut Pilar, keberadaan TPA Cipeucang masih sangat dibutuhkan warga lantaran seluruh sampah di wilayah Tangsel saat ini masih bergantung di lokasi tersebut.Maka dari itu, pihaknya tengah melakukan perbaikan sementara, di antaranya penanganan air lindi, pembangunan terasering, penguatan tebing dengan bronjong, serta peningkatan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang kerap muncul, yakni banjir yang langsung berdampak pada warga sekitar."Jadi infrastruktur penanganan banjirnya sekarang lagi dilakukan oleh dinas terkait termasuk Dinas Bina Marga," kata dia.Menurut Pilar, banjir dan longsor yang dikeluhkan warga merupakan peristiwa berulang yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.Oleh karena itu, kata dia, pihaknya terus melakukan penanganan darurat meski kondisi anggaran daerah tengah mengalami efisiensi.Baca juga: Duduk Perkara di Balik Desakan Penutupan TPA Cipeucang“Penanganan terus dilakukan, khususnya untuk warga sekitar,” imbuh dia.Sementara itu, Pemkot Tangsel saat ini sedang menyiapkan pembebasan lahan bagi warga yang terdampak langsung dari operasional TPA Cipeucang.Tahap pertama pada pembebasan lahan seluas 4.000 meter disebut telah selesai dilakukan, sedangkan perluasan berikutnya seluas 2,3 hektare direncanakan pada 2026."Bertahap kita akan melakukan pembebasan lahannya dan sudah terdata dan dianggarkan tahun ini untuk melakukan pembebasan," jelas dia.Selain itu, pihaknya juga akan pembangunan Material Recovery Facility (MRF) pada 2026 dan ditargetkan dapat mengolah 50 persen sampah.“Minimal 50 persen bisa diolah dulu di MRF sampai timbunannya tidak membludak lah seperti itu," ucap dia.Baca juga: Pemkot Tangsel Siapkan Rp 50 Miliar untuk Pembebasan Lahan Sekitar TPA Cipeucang


(prf/ega)