Sekolah di 52 Daerah Sumatera Lumpuh, Kemendikdasmen Ungkap 4 Strategi Belajar Darurat

2026-01-11 21:47:58
Sekolah di 52 Daerah Sumatera Lumpuh, Kemendikdasmen Ungkap 4 Strategi Belajar Darurat
- Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) membuat kegiatan belajar lumpuh di 52 kabupaten/kota.Di tengah kondisi ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa pendekatan pembelajaran darurat menjadi kunci agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Senin ."Kami melaporkan bahwa pembelajaran di 52 kabupaten-kota terdampak mengalami gangguan dengan komposisi yang berbeda," kata Mu'ti.Gangguan saat ini bervariasi di tiap wilayah. Di Aceh, 15 kabupaten/kota belum bisa menggelar pembelajaran.Di Sumut, dua daerah belum dapat melaksanakan pembelajaran dan dua sekolah lainnya baru bisa melakukan sebagian kegiatan belajar.Sementara di Sumbar, sebagian besar sekolah sudah beroperasi kembali, kecuali 93 sekolah di Kabupaten Agam yang masih fokus pemulihan hingga 22 Desember 2025.Melihat kondisi ini, kementerian menekankan pentingnya pembelajaran darurat yang adaptif."Untuk itu, mulai 8 Desember 2025, kami mengarahkan pelaksanaan pembelajaran darurat melalui berbagai pendekatan," ujarnya.Pendekatan tersebut diarahkan agar siswa tetap mendapat layanan pendidikan meski ruang belajar rusak atau akses terputus.Baca juga: UGM Buka Peluang Penyesuaian UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh-SumateraKementerian mendorong:Mu’ti menegaskan pentingnya dukungan tenaga pendidik dalam situasi ini."Pendampingan guru dan relawan pendidikan terus dilakukan untuk membantu proses pembelajaran di tenda," jelasnya.Terkait pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), pemerintah pusat memberi keleluasaan kepada pemerintah daerah.Penyesuaian jadwal UAS diserahkan sepenuhnya kepada daerah karena mereka lebih memahami kondisi pascabencana.Menurut Mu’ti, kebijakan ini penting agar penilaian akademik tidak membebani siswa yang sedang menghadapi situasi darurat.Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berlapis, Kementerian berharap aktivitas belajar mengajar di wilayah banjir tetap berjalan, sekaligus membantu pemulihan psikososial siswa di tengah krisis.daerah (pemda) di tiga wilayah tersebut untuk mengaturnya sesuai kondisi di wilayah masing-masing pascabencana.Ia mengatakan pihaknya menyerahkan kewenangan terkait jadwal pelaksanaan UAS tersebut kepada pemda dikarenakan pemda lebih mengerti kondisi wilayah masing-masing usai terjadinya bencana alam banjir dan longsor.Baca juga: Kemendikti: 60 Kampus dan 18.000 Lebih Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera


(prf/ega)