Jelang SEA Games 2025, Pebulu Tangkis Top Thailand Puji Gregoria dan Putri KW

2026-01-15 10:18:57
Jelang SEA Games 2025, Pebulu Tangkis Top Thailand Puji Gregoria dan Putri KW
- Jelang perhelatan SEA Games 2025, persaingan sektor tunggal putri diprediksi berlangsung panas.Dua nama dari Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani, menjadi sorotan bahkan bagi pemain besar Thailand.Ajang ini akan menjadi panggung penting bagi para unggulan, termasuk tuan rumah yang kembali menurunkan bintang utama mereka.Gelaran cabang olahraga bulu tangkis di SEA Games edisi kali ini dipusatkan di Thailand pada 7–14 Desember 2025.Pertarungan diprediksi ketat karena seluruh negara peserta menurunkan pemain terbaik.Baca juga: Media Vietnam Soroti Timnas U22 Indonesia, Siap Pertahankan Emas di SEA Games 2025Di tengah euforia itu, Gregoria Mariska Tunjung kembali disebut sebagai ancaman serius bagi para unggulan Asia Tenggara.Thailand mendapat suntikan kekuatan besar dengan tampilnya Ratchanok Intanon, tunggal putri tersukses dalam sejarah negara tersebut.Pemilik gelar Juara Dunia, mantan ranking satu dunia, serta kolektor 8 titel World Tour itu kembali turun di nomor perorangan setelah biasanya hanya tampil di sektor beregu.Meski sarat prestasi, perjalanan Intanon di multi-event terbilang kurang mulus. Ia belum pernah meraih medali di Asian Games maupun Olimpiade.Sementara raihan terbaik di SEA Games adalah medali perak pada 2009 dan perunggu di Indonesia pada 2011.Kini berusia 30 tahun, keputusannya tampil di SEA Games perorangan 2025 membuka peluang besar kembali bersaing di level tertinggi.Baca juga: Motivasi Tinggi Bintang Persib bersama Timnas U22 di SEA Games 2025Thailand memutuskan menurunkan kekuatan penuh. Malaysia dan Indonesia pun mengikuti langkah ini setelah melihat ketatnya persaingan.Dok. PBSI Ekspresi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, kala turun dalam babak 32 besar China Masters 2025 di Shenzen Arena, Selasa .Jadwal SEA Games yang tidak berbenturan dengan BWF World Tour Finals 2025 membuat para pemain elite bisa bertanding maksimal.Mengacu data federasi, Intanon dan Pornpawee Chochuwong akan menjadi pilar Thailand di tunggal putri.Kendati demikian, berdasarkan peringkat dunia, Indonesia menjadi lawan terberat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-15 09:42