Harga Perak Cetak Rekor, Elon Musk Peringatkan Dampaknya ke Industri

2026-02-03 12:34:05
Harga Perak Cetak Rekor, Elon Musk Peringatkan Dampaknya ke Industri
– Lonjakan harga perak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Desember 2025 memicu kekhawatiran pelaku industri global. CEO Tesla Elon Musk memperingatkan bahwa kenaikan harga tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi berbagai proses manufaktur.Dikutip dari Guardian, Senin , kenaikan harga perak terjadi di tengah reli logam mulia yang juga mendorong harga emas dan platinum mencapai rekor baru pada Boxing Day.Para analis menilai lonjakan ini dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh Federal Reserve (The Fed) pada 2026, yang meningkatkan permintaan terhadap aset keras sebagai pelindung nilai dari inflasi dan pelemahan mata uang.Baca juga: Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang SejarahKekhawatiran pasar turut diperkuat oleh kebijakan China yang akan memberlakukan pembatasan ekspor perak mulai 1 Januari 2026. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik global turut mendorong permintaan aset safe haven.Harga perak tercatat menyentuh 79 dollar AS per troy ons pada Jumat lalu, level tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut melonjak dari 56 dollar AS pada awal Desember dan hanya 29 dollar AS per troy ons pada awal 2025.“Ini bukan kabar baik. Perak dibutuhkan dalam banyak proses industri,” tulis Musk dalam unggahannya di platform X.PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak melonjak 143 persen dalam setahun dan melampaui kenaikan emas. Lonjakan ini dipicu faktor investasi hingga kebutuhan industri.Perak digunakan secara luas dalam berbagai sektor strategis, termasuk elektrifikasi, panel surya, kendaraan listrik, dan pusat data. Permintaan yang terus meningkat di sektor-sektor tersebut telah menggerus persediaan perak global.Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026Di sisi lain, perak juga berperan sebagai logam moneter dan penyimpan nilai. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai lonjakan harga perak mencerminkan terbentuknya “gelembung generasi”.“Reli logam mulia didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed beberapa kali pada 2026, serta pembelian kuat oleh bank sentral dan investor swasta. Namun, pendorong utama belakangan ini adalah ketimpangan struktural yang parah antara pasokan dan permintaan perak, yang memicu perebutan perak fisik,” ujar Sycamore.Bloomberg melaporkan, sebagian besar pasokan perak yang siap diperdagangkan secara global saat ini tertahan di New York.Kondisi tersebut berkaitan dengan penyelidikan Departemen Perdagangan AS terkait potensi risiko keamanan nasional dari impor mineral kritis.Baca juga: Harga Perak Melonjak di 2025, Investor Cermati Arah 2026Penyelidikan tersebut berpotensi membuka jalan bagi penerapan tarif atau pembatasan perdagangan tambahan terhadap perak.Secara keseluruhan, harga emas dan perak berada di jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Harga emas tercatat melonjak lebih dari 70 persen sepanjang 2025, menembus 4.500 dollar AS per troy ons, dari posisi 2.623 dollar AS pada awal tahun.Sementara itu, harga platinum spot naik 5,3 persen pada Jumat menjadi 2.338,20 dollar AS per troy ons, mencatatkan kenaikan mingguan terkuat sepanjang sejarah.Platinum dan palladium, yang merupakan komponen utama catalytic converter kendaraan, juga melonjak akibat ketatnya pasokan, ketidakpastian tarif, serta pergeseran permintaan investasi dari emas. Harga platinum tercatat naik sekitar 170 persen sepanjang 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 10:44