Pemerintah Akan Kirim Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al-Azhar Mesir

2026-01-11 03:29:22
Pemerintah Akan Kirim Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al-Azhar Mesir
- Pemerintah akan mengirim pengajar Bahasa Indonesia ke Mesir untuk mengakomodir pembukaan Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo serta Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait pengiriman pengajar Bahasa Indonesia."Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikola Badan Bahasa Kemendikdasmen di 57 negara di dunia. Ini merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu .Menurut Mu'ti, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi menjadi jembatan yang mempererat hubungan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan bidang lainnya antarnegara.Baca juga: Kampus di Mesir Buka Prodi Bahasa Indonesia, Kini Setara Bahasa GlobalSementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf juga mengaku siap menjaga kelangsungan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar, Kairo."Ini merupakan momentum bersejarah. Penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO beberapa waktu lalu, dan pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Al Azhar merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti kita jaga kelangsungannya," ujar Hafidz.Sebelumnya, pada Kamis Mendikdasmen Abdul Mu'ti mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud.Dalam naskah tersebut, kedua pihak sepakat menjalin sejumlah kerja sama. Pertama mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia.Kedua, melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir. Ketiga, menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia.Baca juga: Pendaftaran Beasiswa S1 Al-Azhar Mesir 2025 Tutup Hari Ini, Segera DaftarDok. Unsplash/Omar Elsharawy Ilustrasi Kairo di Mesir.Keempat, mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. Kelima, bertukar dan menerjemahkan buku-buku tentang Indonesia dan Mesir.Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk saling menyelenggarakan kegiatan akademik dan bertukar ahli.Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta'ali, bahasa Indonesia sudah digunakan sejak 2016 di Al Azhar Kairo. Namun, masih sebatas program pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan."Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu menganalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri," ungkap Abdul.Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan dekan, rektor, hingga Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb, selama lebih dari satu tahun.Baca juga: Beasiswa Al-Azhar Mesir 2025 Dibuka sampai 9 Mei, Cek SyaratnyaLalu, terbitlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang memberi izin pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026.


(prf/ega)