Fakta Penembakan Massal di Pantai Bondi, Australia yang Tewaskan 15 Orang

2026-01-11 23:35:54
Fakta Penembakan Massal di Pantai Bondi, Australia yang Tewaskan 15 Orang
- Serangan teror mengacaukan perayaan Hanukkah di Pantai Bondi di Sydney, Australia, pada Minggu .Dua pria bersenjata api, Sajid Akram dan Naveed Akram, menembaki komunitas Yahudi yang sedang merayakan Hanukkah.Sebanyak 15 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang gadis berusia 10 tahun. Adapun, polisi menembak mati Sajid, sedangkan Naveed terluka parah.Penembakan massal di Bondi menjadi insiden paling mematikan setelah peristiwa di Port Arthur pada 1996 yang menewaskan 35 orang.Berikut fakta penembakan massal di Pantai Bondi yang telah dihimpun Tim Cek Fakta Kompas.com dari berbagai sumber.Sekitar pukul 18.47 waktu setempat, Kepolisian New South Wales menerima laporan bahwa sejumlah tembakan telah dilepaskan di Archer Park, Pantai Bondi.Kemudian, polisi mengeluarkan pernyataan publik pertama mereka, mendesak siapa pun yang berada di lokasi kejadian untuk berlindung dan orang lain untuk menghindari daerah tersebut.Dilansir BBC, sebuah video menunjukkan dua orang bersenjata menembak dari sebuah jembatan kecil yang menghubungkan tempat parkir di Campbell Parade menuju Pantai Bondi.Sementara itu, video lain menunjukkan seorang warga sipil menangkap salah satu pelaku bersenjata, sebelum merebut senjatanya dan mengarahkannya kembali kepadanya. Pelaku bersenjata itu kemudian mundur ke arah jembatan, dari mana penyerang lain menembak.Warga sipil tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Ahmed al Ahmed, pemilik toko buah dan ayah dari dua anak. Keluarganya mengatakan kepada 7News Australia bahwa ia masih dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi untuk luka tembak di lengan dan tangannya.Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyebut Ahmed sebagai "pahlawan sejati".Adapun, para pelaku penembakan adalah ayah dan anak berusia 50 dan 24 tahun, kata Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, dalam konferensi pers Senin .Mereka diidentifikasi oleh media lokal sebagai Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram.Sajid Akram adalah pemegang izin senjata api, setelah memenuhi kriteria kelayakan untuk izin berburu rekreasi. Ia dikaitkan dengan kepemilikan enam senjata api.


(prf/ega)