Kaktus di Dalam Rumah Bisa Menarik Energi Negatif, Benarkah?

2026-01-12 06:34:03
Kaktus di Dalam Rumah Bisa Menarik Energi Negatif, Benarkah?
- Bagi para penghobi tanaman hias, kaktus sering kali menjadi pilihan favorit karena bentuknya yang unik, estetik, dan sangat mudah dirawat. Namun, jika kamu menerapkan prinsip feng shui dalam menata hunian, kaktus ternyata menjadi salah satu tanaman yang paling dihindari untuk diletakkan di dalam ruangan.Feng shui merupakan seni kuno asal Tiongkok yang fokus pada pengaturan posisi benda untuk memperlancar aliran energi positif atau chi. Dalam filosofi ini, setiap benda yang dimasukkan ke dalam rumah memiliki getaran energinya masing-masing, tidak terkecuali tanaman. Lantas, mengapa tanaman kaktus dianggap tidak baik untuk keharmonisan rumah?Baca juga: Lokasi Terbaik Meletakkan Kaktus Natal di Rumah Menurut Feng ShuiMelansir dari House Digest, kaktus dianggap sebagai pemancar energi negatif yang dikenal dengan istilah sha chi atau energi "panah beracun". Alasan utamanya terletak pada duri-duri kaktus yang tajam. Secara simbolis, duri kaktus menciptakan kesan "menyerang" dan defensif, yang secara bawah sadar dapat mengganggu ketenangan penghuni rumah.Berikut adalah beberapa dampak negatif meletakkan kaktus sembarangan di rumah menurut feng shui:Jika diletakkan di kamar tidur, duri kaktus dipercaya bisa memicu kegelisahan dan gangguan tidur. Kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang paling lembut dan tenang, sedangkan kaktus membawa energi yang keras.Baca juga: 3 Warna Cat yang Paling Cocok untuk Kamar Mandi Menurut Feng Shui Duri yang tajam dikaitkan dengan rasa sakit secara emosional dan pertahanan diri yang berlebihan. Hal ini diyakini dapat memicu pertengkaran atau ketidakharmonisan antar anggota keluarga jika diletakkan di ruang tamu.Meletakkan kaktus di dekat pintu masuk utama adalah kesalahan besar dalam feng shui. Pintu masuk adalah "mulut" energi positif. Keberadaan duri tajam di area ini dianggap dapat memblokir atau "menusuk" keberuntungan yang hendak masuk ke dalam rumah.Meskipun memiliki reputasi buruk dalam feng shui, bukan berarti kamu harus membuang semua koleksi kaktus milikmu. Jika kamu tetap ingin merawatnya karena alasan estetika, ada beberapa cara cerdas untuk menetralisir energi negatif tersebut, yakni:Baca juga: Rumah Tusuk Sate, Betulkah Memiliki Energi Negatif Dalam Feng Shui?Cara terbaik menikmati keindahan kaktus adalah dengan meletakkannya di balkon, teras, atau taman belakang. Di luar ruangan, duri kaktus justru berfungsi sebagai pelindung rumah dari energi negatif yang datang dari luar.Jika harus meletakkannya di dalam ruangan, misalnya di ruang kerja, letakkan kaktus di sisi kiri dari pintu atau meja. Dalam tradisi feng shui, sisi kiri dipercaya memiliki energi yang lebih stabil dan mampu meredam sifat agresif dari tanaman berduri.Untuk meminimalisir kesan "menusuk", kamu bisa menyandingkan kaktus dengan tanaman berdaun bulat atau sukulen yang permukaannya halus. Menambahkan bunga segar di dekat kaktus juga sangat disarankan untuk menciptakan suasana yang lebih manis dan positif.Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menata Ruang Tamu Menurut Feng ShuiKaktus yang diletakkan di tempat gelap akan menciptakan kesan suram dan layu, yang mana sangat buruk bagi energi rumah. Pastikan kaktus mendapatkan cahaya matahari yang melimpah dan sirkulasi udara yang baik agar energinya tetap hidup dan tidak stagnan.Ada beberapa tips yang bisa diterapkan saat kamu memilih tanaman hias untuk mempercantik rumah, yakni:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 05:42