Warga Tuntut Kepastian Pembayaran Lahan Bendungan Jenelata, BPN Gowa Janji Percepat Proses

2026-01-12 11:12:50
Warga Tuntut Kepastian Pembayaran Lahan Bendungan Jenelata, BPN Gowa Janji Percepat Proses
GOWA, - BPN Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyatakan akan mempercepat pembayaran pembebasan lahan Bendungan Jenelata.Hal itu disampaikan Kepala BPN Gowa Aksara Alif Raja di tengah aksi unjuk rasa warga yang menuntut kejelasan pembayaran lahan, Rabu .Pembebasan lahan menjadi tahap penting untuk mendukung pembangunan bendungan yang ditarget rampung pada 2028.Ratusan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Manuju (Geram) berunjuk rasa di depan gerbang proyek pembangunan Bendungan Jenelata, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, pukul 11.00 WITA, Selasa ."Kami tidak menuntut banyak dan sangat mendukung pembangunan bendungan ini sebab kami sadar bahwa bendungan ini kelak demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa tetapi tolong kami diberikan informasi yang jelas tentang proses pembayaran pembebasan lahan ini," kata Maslim, tokoh pemuda Manuju.Baca juga: Pembangunan Bendungan Jenelata Gowa Hampir 20 Persen, Gubernur Sulsel Desak PercepatanAksi berakhir setelah aparat kepolisian mempertemukan warga dengan pihak terkait pembebasan lahan dalam dialog di sebuah masjid dekat lokasi aksi."Kehadiran polisi di sini bukan untuk menakut-nakuti tetapi untuk mengawal dan mengamankan penyampaian aspirasi," ujar AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.Dalam dialog terbuka itu, warga mendapat penjelasan mengenai mekanisme pembayaran dan kepastian bahwa 77 bidang lahan akan segera dibebaskan melalui musyawarah bersama melibatkan pemerintah daerah, BPN, Balai Pompengan Sungai Jeneberang, BBWS, dan PPK.Kepala BPN Gowa, Aksara Alif Raja, menyebut sudah ada empat tahap pembebasan lahan berjalan, dan proses terus digenjot karena Bendungan Jenelata merupakan proyek strategis nasional (PSN)."Dalam waktu dekat ada pembebasan lahan 77 bidang dan hari Selasa depan akan segera dilakukan musyawarah bersama warga yang akan mendapat pembayaran. Kami berkomitmen mempercepat proses pembayaran seluruh lahan yang akan dibebaskan," katanya.Baca juga: Progres Bendungan Jenelata, Proyek Libatkan 50 Persen Pekerja LokalSejumlah warga mengaku lega setelah mendapat informasi langsung terkait tahapan pembebasan lahan."Saya sudah paham tahapannya dan selama ini kami tidak pernah mendapat informasi seperti ini. Sebaiknya kepala dusun dan kepala desa turun ke masyarakat melakukan sosialisasi biar informasi tidak simpang siur," ujar seorang warga.Proyek Bendungan Jenelata mulai dibangun 2023 mencakup area 1.722,28 hektar.Bendungan ini nantinya menyuplai irigasi 23.340 hektar lahan pertanian, menyediakan air baku SPAM untuk Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar sebesar 6,5 m³/detik, serta menjadi sumber PLTA berkapasitas 7 MW dan PLTS terapung 244 MW, selain mendukung pariwisata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler