Efek Domino TPA Cipeucang: Warga Kebanjiran, Tumpukan Sampah Tak Terangkut

2026-01-12 08:54:52
Efek Domino TPA Cipeucang: Warga Kebanjiran, Tumpukan Sampah Tak Terangkut
TANGERANG SELATAN, – Penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang memicu dampak berantai di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan.Tak hanya bau menyengat, persoalan sampah kini menjelma menjadi banjir, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi warga.Dampak paling nyata dirasakan warga yang tinggal di sekitar TPA, pedagang kecil, hingga pasien puskesmas. Tumpukan sampah yang tak terangkut akibat tersendatnya operasional TPA Cipeucang membuat persoalan lingkungan semakin meluas.Baca juga: Wali Kota Tangsel Ungkap Alasan Sampah Menumpuk dan Tak DiangkutDi Kampung Curug, Kecamatan Serpong, warga yang tinggal berdekatan dengan TPA Cipeucang menjadi kelompok pertama yang merasakan dampaknya. Banjir sempat merendam rumah warga di dua RT, dengan total 12 kepala keluarga terdampak.Agus (50), warga yang rumahnya berada paling dekat dengan area tumpukan sampah, menduga banjir dipicu saluran air yang tersumbat limbah dari aktivitas TPA.“Gunungan sampah sudah mendekati rumah, terus air lindi sudah jatuh ke tanah kita semua. Kita sudah ngadu tapi enggak ada respons, diabaikan,” ujar Agus saat ditemui Kompas.com, Senin .Menurut warga, keluhan soal bau, lindi, dan saluran air tersumbat sudah berlangsung lama tanpa penanganan berarti. Kekecewaan itu akhirnya diluapkan melalui aksi demonstrasi di Kantor UPT Cipeucang.Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan enam tuntutan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yakni penutupan TPA Cipeucang per 8 Desember 2025, normalisasi saluran air, penanganan lindi, penertiban sampah di sekitar permukiman, penyediaan alat berat untuk membersihkan saluran air, serta perhatian terhadap dampak kesehatan warga.Baca juga: Sampah Sepekan Tak Diangkut Bikin Bau, Omzet Rumah Makan di Ciputat Merosot/INTAN AFRIDA RAFNI Aksi damai warga Kampung Curug Serpong RT 06 RW 04 di Kantor UPT Cipeucang, Serpong, Tangsel. Mereka minta TPA Cipeucang ditutup.Dampak penutupan TPA Cipeucang juga terasa hingga wilayah Ciputat. Di kolong Flyover Ciputat, Jalan Ir. H. Juanda, tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung hingga memakan hampir separuh badan jalan.Sampah hanya ditutup terpal biru untuk menekan bau, namun kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Bau menyengat, air lindi berwarna hitam, dan belatung tampak bermunculan.Pemilik warung makan di seberang lokasi, Agus Warsojeniawan (57), menilai penanganan tersebut tidak menyelesaikan masalah.“Ditutup saja, tapi sampahnya tidak diangkut,” ujar Agus saat ditemui Kompas.com, Minggu .Ia menyebutkan, tumpukan sampah terjadi hampir sepekan sejak pengangkutan rutin terhenti. Kondisi itu berdampak langsung pada pendapatan usahanya.“Biasanya bisa sampai Rp 3 juta sehari. Sekarang paling sekitar Rp 2,5 juta,” kata dia.


(prf/ega)