BITUNG, – Pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC) mulai menghadapi tantangan baru dengan hadirnya mobil listrik berharga terjangkau, terutama dari pabrikan asal China.Meski demikian, Daihatsu menilai segmen LCGC masih memiliki daya tarik yang kuat, khususnya bagi pembeli mobil pertama.Baca juga: Agar Liburan Aman, Cek Kesehatan Aki Mobil Anda!Marketing Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Tri Mulyono, mengatakan bahwa karakter pembeli mobil pertama masih mempertimbangkan faktor-faktor mendasar, mulai dari harga, biaya perawatan, hingga nilai jual kembali.“Iya, karena ini adalah pembeli mobil pertama, kami masih berdasarkan survei yang kami lakukan. Pembeli mobil pertama itu ketika membeli mobil pasti akan mempertimbangkan harga, value kendaraannya seperti apa,” kata Tri di Bitung, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu.Kompas.com/nanda Daihatsu Sigra facelift“Lalu, perawatan kendaraannya bagaimana, yang pada akhirnya pasti akan terkait dengan biaya yang terjangkau. Berikutnya, kaitan dengan perawatan kendaraan, apakah mudah untuk mendapatkan jaringan purna jualnya,” katanya.“Berikutnya, yang juga menjadi pertimbangan terakhir, adalah purna jualnya bagaimana. Aftersales dalam arti adalah resale value (nilai jual kembali) bagaimana," ujar Tri.Baca juga: Harga Tiket Bus AKAP Jakarta- Solo Saat Libur NataruMenurut Tri, konsumen pembeli mobil pertama kerap memikirkan banyak hal bahkan sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan."Untuk konsumen pembeli mobil pertama, ini menjadi sangat dominan. Belum beli, sudah memikirkan menjual segala macam,” katanya./FATHAN Daihatsu Ayla yang ikut rolling thunder dan bisa dites di acara Daihatsu Kumpul Sahabat Bekasi“Dengan profil konsumen yang seperti ini, kami masih meyakini bahwa untuk segmen pembeli mobil pertama masih cukup kuat dengan profil yang seperti ini,” ujarnya.Meski demikian, Tri tidak menampik bahwa ke depan tetap ada potensi pergeseran minat.Oleh karena itu, Daihatsu akan terus memantau apakah konsumen mobil pertama akan beralih ke mobil listrik entry level.Baca juga: Harga Tiket Bus Sleeper Jakarta-Semarang, Banyak Pilihan“Sehingga, dengan maraknya mobil yang teknologinya sudah lebih canggih, dengan harganya yang terjangkau, menurut saya kita masih akan memonitor apakah ada perubahan pilihan dari pembeli mobil pertama ini, dengan pola pikir dan asumsi yang dia miliki,” kata Tri.“Untuk membeli mobil, itu harus dengan beberapa hal yang tadi, apakah bisa terpenuhi atau tidak. Karena kalau berbicara yang mudah, resale value ini kan tidak bisa diidentifikasi dari sekarang,” ujarnya./STANLY RAVEL Daihatsu sigra 1.2 R Deluxe di GIIAS 2025“Pasti nanti mungkin satu tahun, dua tahun, baru bisa terbukti atau tidak. Jadi menurut saya ini memang proses yang akan kita monitor bersama, apakah dengan teknologi yang lebih advance ini bisa diterima oleh para pembeli mobil pertama,” kata Tri.Saat ini, Daihatsu memiliki dua model utama di segmen LCGC, yakni Ayla dan Sigra.Baca juga: Harga Tiket Bus Tingkat Jakarta-Surabaya Saat Libur NataruAyla berada di segmen city car, sementara Sigra hadir sebagai MPV LCGC dengan kapasitas tujuh penumpang.Keduanya dikenal memiliki harga terjangkau, biaya perawatan yang relatif rendah, serta didukung jaringan purnajual yang luas di berbagai daerah di Indonesia.Di sisi lain, pasar otomotif nasional juga mulai diramaikan oleh mobil listrik dengan banderol harga yang berada di jangkauan mobil-mobil LCGC.Sejumlah model yang masuk dalam rentang harga tersebut antara lain Wuling Air EV, Wuling Binguo EV, Seres E1, BYD Atto 1, hingga yang terbaru Changan Lumin, yang dibanderol di bawah Rp 200 juta.
(prf/ega)
Tantangan Baru Pasar LCGC di Era Mobil Listrik Murah
2026-01-12 23:34:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:15
| 2026-01-13 00:10
| 2026-01-13 00:06
| 2026-01-12 23:33
| 2026-01-12 22:28










































