[KLARIFIKASI] Indonesia Tidak Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia U-17 2025

2026-01-17 02:19:03
[KLARIFIKASI] Indonesia Tidak Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia U-17 2025
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. - Tim nasional Indonesia berhasil mengalahkan Honduras dengan skor 2-1 dalam laga terakhir Grup H Piala Dunia U-17 2025 Senin .Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi anak asuh Nova Arianto setelah sebelumnya tumbang dari Zambia dan Brasil.Di media sosial kemudian muncul unggahan yang mengeklaim timnas Indonesia U-17 resmi lolos ke babak 32 besar usai mengalahkan Honduras.Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.Narasi yang mengeklaim timnas Indonesia resmi lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.Akun tersebut membagikan foto laga Indonesia melawan Honduras dan diberi keterangan:INDONESIA U-17 RESMI LOLOS 32 BESAR!! HASIL EPIC VS HONDURAS BIKIN STADION MELEDAK!ALHAMDULILLAH INDONESIA L I OLOS KE 32 BESARAkun Facebook Narasi yang mengeklaim timnas Indonesia lolos ke babak ke-32 usai mengalahkan Honduras. Meski menang melawan Honduras, namun peluang Indonesia untuk lolos ke babak 32 besar sangatlah tipis. Sebab, Indonesia berada di peringkat 3 klasemen grup H dengan raihan 3 poin dan selisih gol -5.Diberitakan Kompas.com, Indonesia masih bisa lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik, namun hal itu sangat sulit. Garuda Muda berada di urutan ke-9 dalam klasemen sementara peringkat ketiga terbaik. Nantinya, hanya ada 8 tim peringkat tiga terbaik yang lolos ke babak 32 besar.Peluang Indonesia untuk lolos ke babak 32 besar bergantung pada hasil dari grup lain. Skenario pertama, bergantung pada hasil laga Grup L antara Arab Saudi dan Mali yang berlangsung Selasa malam WIB.Timnas U-17 Indonesia baru bisa melangkah jika Arab Saudi kalah besar dengan selisih minimal enam gol.Sementara, skenario kedua bergantung pada pertandingan grup J antara Paraguay melawan Republik Irlandia. Sama seperti Arab Saudi, Paraguay harus kalah telak dengan selisih minimal enam gol. Selain itu, Uganda yang berada di Grup K tidak boleh menang melawan Perancis. Dalam laga akhir grup, terjadi kejutan saat Mali mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0. Arab Saudi harus bersaing dengan Meksiko untuk posisi ketiga terbaik di fase grup.Pada akhirnya, Meksiko menjadi negara terakhir yang lolos karena aspek kedisiplinan. Indonesia berada di peringkat ke-10 negara peringkat ketiga di fase grup dan dipastikan tidak lolos.Narasi yang mengeklaim timnas Indonesia resmi lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025 merupakan informasi tidak benar. Indonesia masih bisa lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik, namun hal itu tidak terwujud. Garuda Muda berada di urutan ke-10 dalam klasemen sementara peringkat ketiga terbaik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 00:32