Momen Simulasi Pelayanan Unjuk Rasa Diperagakan di Apel Kasatwil 2025

2026-01-31 04:44:37
Momen Simulasi Pelayanan Unjuk Rasa Diperagakan di Apel Kasatwil 2025
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengubah paradigma penanganan unjuk rasa atau demonstrasi dari pengamanan menjadi pelayanan. Bagaimana mekanisme pelayanan unjuk rasa itu?Momen peragaan ini berlangsung di acara Apel Kasatwil Polri Tahun 2025, yang digelar di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama tiga hari sejak Senin (24/11) hingga hari ini, Rabu (26/11/2025). Simulasi peragaan ini dipimpin oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Mokhamad Ngajib.Unjuk rasa atau demonstrasi diketahui wajib mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari kepolisian. Saat ini, penanganan unjuk rasa menjadi salah satu bagian dari reformasi Polri, di mana Polri telah membuat perubahan paradigma penanganan unjuk rasa menjadi soft approach, yaitu dengan memberikan pelayanan terhadap pelaksanaan unjuk rasa dan menjunjung tinggi hak asasi manusia sesuai dengan peraturan Kapolri.Berikut peragaannya:Peragaan pertama menunjukkan bagaimana masyarakat atau ketua kelompok aksi atau korlap membuat laporan untuk menggelar aksi massa ke Polres. Kemudian korlap akan mendapat surat tanda terima pemberitahuan (STTP).Setelah itu, kapolres terkait akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kemudian kapolres akan memerintahkan jajaran untuk melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).Setelah itu, petugas akan melakukan patroli yang menghadirkan Pamapta sebagai unsur operasional yang mempunyai respons cepat dan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melaksanakan pemantauan situasi di lokasi target pengunjuk rasa dan sekitarnya.Setelah itu, ada peragaan patroli lalu lintas. Patroli ini untuk memastikan terpeliharanya kamseltibcarlantas di seluruh wilayah, terutama lokasi unjuk rasa.Untuk di lokasi, ada Bhabinkamtibmas yang memberikan imbauan masyarakat agar tidak terprovokasi. Lalu, ada peragaan satuan Sabhara untuk mencegah adanya gangguan Kamtibmas maupun tindak kejahatan.Dalam peragaan ini, ada juga unit K-9 Polsatwa melakukan patroli dan sterilisasi di sekitar lokasi unjuk rasa. Hal ini untuk memastikan lokasi bebas dari benda bahaya seperti bom, sajam, dan sejenisnya.Di peragaan ini, ada contoh bagaimana penanganan unjuk rasa tertib, kurang tertib, dan tidak tertib. Untuk yang kurang tertib, dalam peragaan ini terlihat ada kapolres yang mendatangi massa aksi untuk melakukan negosiasi.Lalu, ada contoh massa semakin emosional dan mulai mendorong barikade taktis. Kemudian unit K-9 Ditpolsatwa mengambil posisi sebelah kanan untuk mengamankan anggota di momen ini.Setelah itu, peragaan ini dilanjutkan dengan contoh penanganan unjuk rasa tidak tertib. Dalam hal unjuk rasa tidak tertib, ketika massa mulai melakukan pemukulan dan pelemparan kepada massa, kapolres akan memerintahkan dalmas lanjut untuk melakukan lapis ganti.Di momen ini, unit K-9 Polsatwa akan melakukan tindakan mengurai massa agar massa menjauh dari petugas awal dan memberikan kepada dalmas lanjut untuk lapis ganti.Setelah berganti, personel dalmas akan mendorong massa agar mundur. Saat proses ini, kapolres akan memberitahu massa dan mengimbau massa agar kembali tertib dan membubarkan diri.Kemudian di peragaan ini ada salah satu personel menjadi korban akibat lemparan cairan keras yang dilakukan oleh massa perusuh. Kemudian, anggota dalmas ini langsung diberi pertolongan pertama dengan menyiramkan air.Ketika massa mulai melakukan pembakaran ban, kapolres akan memerintahkan tim pemadam dan tim pelindung bergerak melakukan pemadaman. Jika hal ini belum membuat massa bubar, diperlihatkan momen peragaan personel menembakkan gas air mata oleh tim raimas.Di momen ini dijelaskan bahwa penindakan tim raimas ini dilakukan apabila di lokasi unjuk rasa tidak ada bantuan pasukan Brimob. Namun, apabila ada bantuan dari Brimob, maka Brimob akan turun mengganti personel dalmas.Brimob terlihat mendorong massa dengan mendorong menggunakan tameng sekat, kemudian brimob juga akan menggunakan water canon untuk membubarkan massa. Dalam peragaan ini, ditunjukkan contoh ketika ada salah satu orang berupaya membakar pos maka orang itu akan diamankan dibawa ke polres untuk dilakukan proses penyidikan, setelah itu massa akan dibubarkan menggunakan gas air mata.Dalam hal unjuk rasa berubah menjadi rusuh berat seperti ada pembakaran, penjarahan, perusakan terorganisir yang berpotensi menyebabkan luka berat ataupun kematian, maka personel PHH Brimob akan melaporkan kepada danyon Brimob untuk melakukan lintas ganti dengan SPP Brimob karena eskalasi di lapangan sudah rusuh berat.Jika sudah mendapat izin kapolda, kapolres memerintahkan danyon Brimob untuk melakukan lintas ganti dengan SPP Brimob. Dalam peragaan ini, terlihat SPP Brimob melakukan tindakan tegas terukur tidak mematikan terhadap salah satu massa perusuh berat.Kemudian ada peragaan di mana tim intel melaporkan kepada kapolres terjadi penjarahan di toko swalayan dan pembakaran pos polisi. Maka, SPP Brimob juga akan melakukan penindakan dan penangkapan terhadap orang tersebut.Sebelumnya, Jenderal Sigit berencana mengubah paradigma penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi dari pengamanan menjadi pelayanan. Disebutkan, saat ini Polri tengah mencari referensi model penanganan aksi yang tepat."Jadi tentunya kita harus selalu adaptif dengan apa yang menjadi harapan masyarakat. Makanya tadi tagline kita juga kita ubah dari yang awalnya menjaga menjadi melayani," kata Jenderal Sigit.Jenderal Sigit menjelaskan upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya distorsi. Apalagi tunggangan-tunggangan yang justru membuat tujuan dari penyampaian pendapat di muka umum tidak tersampaikan dengan baik.Meski begitu, dia mengatakan harus tetap dibedakan antara massa unjuk rasa dengan massa rusuh. Dengan begitu, tindakan yang diambil bisa terukur dan penanganan cepat ketika terjadi kerusuhan."Jadi, hal-hal ini yang tentunya nanti akan kita lakukan adopsi dan kemudian kita lakukan perbaikan di dalam pola-pola pengamanan dan pelayanan kita terhadap penyampaian pendapat di muka umum ke depan," jelasnya.Tonton juga Video: Kapolri di Gelar Apel Kasatwil 2025: Upaya Kita Melakukan Perbaikan[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-31 02:08