Program 1.000 Rumah Guru di Kalteng Sepi Peminat, Baru 158 Guru Ambil Kredit Rumah Bersubsidi

2026-01-12 07:42:57
Program 1.000 Rumah Guru di Kalteng Sepi Peminat, Baru 158 Guru Ambil Kredit Rumah Bersubsidi
PALANGKA RAYA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah menggagas Program 1.000 Rumah Guru untuk membantu guru memiliki hunian layak melalui skema subsidi dan DP 0 persen.Namun, setelah berjalan sekitar satu tahun, minat guru mengikuti program ini masih sangat rendah.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan hingga saat ini baru 158 guru yang memanfaatkan program tersebut.“Survei Litbang Kompas terkait 1.000 Rumah Guru memang menunjukkan peminatnya masih kurang,” kata Reza di Palangka Raya, Kamis .Baca juga: Perjuangan Guru Honorer Perempuan di Kupang, Menumpang Truk Pasir Sejauh 50 Kilometer untuk MengajarReza menjelaskan rendahnya minat terjadi karena program ini menggunakan mekanisme kredit yang harus disesuaikan dengan kemampuan guru.Banyak guru yang enggan mengambil kredit rumah, meski mampu secara finansial.“Program ini mekanismenya kredit. Kredit disesuaikan kemampuan dan keinginan gurunya. Ada guru yang mampu tapi tidak mau, ada juga yang mau tapi merasa tidak mampu,” ujarnya.Padahal, Pemprov Kalteng telah menyiapkan skema subsidi dengan cicilan yang dapat disesuaikan kemampuan guru, termasuk jaring pengaman agar pembayaran kredit tidak memberatkan.Dari total 1.000 kuota rumah subsidi, masih tersisa sekitar 842 unit yang belum dimanfaatkan.Program rumah subsidi ini tidak hanya diperuntukkan bagi guru SMA/SMK/SKh di bawah kewenangan provinsi, tetapi juga guru PAUD, SD, dan SMP yang berada di bawah pemerintah kabupaten/kota.“Kami sudah sampaikan program ini sampai ke guru-guru PAUD agar bisa mengakses 1.000 rumah guru,” kata Reza.Baca juga: Bupati Pasuruan Akan Beri Sanksi Berat kepada Nur Aini sang Guru yang ViralIa menegaskan seluruh guru yang merupakan masyarakat Kalteng bisa mengikuti program ini, meski Pemprov tetap memprioritaskan guru-guru di jenjang yang menjadi kewenangannya.Program subsidi rumah guru ini menggunakan skema DP 0 persen, yang ditujukan untuk mengatasi banyaknya guru di Kalteng yang belum memiliki rumah pribadi dan bahkan ada yang tinggal di fasilitas sekolah.Reza menyebut program ini sudah berjalan sesuai jadwal. Namun, banyak guru tidak memenuhi syarat karena memiliki banyak pinjaman sebelumnya.“Banyak yang sudah punya pinjaman-pinjaman, sehingga memang tidak bisa diberikan pinjaman lagi,” ungkapnya.Kategori penerima rumah DP 0 persen diprioritaskan untuk guru yang belum memiliki hunian.“Tujuannya agar guru-guru tidak lagi sampai tidur di lab fisika, lab kimia, atau lab bahasa,” ujar Reza.


(prf/ega)