Cerita Calon Pasutri: Bayar Rp 114 Juta ke WO Ayu Puspita, Pesta Kini Terancam Berantakan

2026-01-12 03:51:53
Cerita Calon Pasutri: Bayar Rp 114 Juta ke WO Ayu Puspita, Pesta Kini Terancam Berantakan
JAKARTA, - Pasangan calon pengantin, Tirza dan Fikri, menjadi salah satu dari puluhan pasangan yang membeli paket pernikahan di Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita.Keduanya mengaku telah melunasi pembayaran paket pernikahan hingga Rp 114.180.000.Tirza menjelaskan, ia dan Fikri mengenal WO Ayu Puspita melalui Instagram. Keduanya sempat mengikuti sesi test food atau uji coba mencicipi makanan dan merasa penawaran yang diberikan cukup meyakinkan.Baca juga: Polisi Ungkap Motif Pemilik WO Ayu Puspita Lakukan Penipuan“Pertama itu kita ikut test food. Mereka menawarkan beberapa tawaran, dan pada 13 Juli (2025) kita melakukan pembayaran 50 persen,” ujarnya saat ditemui Kompas.com di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa .Rirza dan Fikri tertarik untuk menggunakan WO Ayu Puspita karena melihat berbagai testimoni di media sosial serta banyaknya klien yang ditangani.“Kita lihat testimoni di sosial media, banyak klien setiap minggu. Setelah ngobrol dengan marketing-nya juga rasanya tidak ada yang salah,” kata Tirza.Menurut Tirza, beberapa minggu terakhir mereka mulai kesulitan menghubungi admin WO yang sebelumnya menangani acara mereka.“Admin yang bertanggung jawab untuk mengurus acara kami sudah tidak bisa dihubungi sampai detik ini,” katanya.Pernikahan mereka yang dijadwalkan pada Minggu dipastikan tidak dapat berlangsung sesuai rencana karena seluruh persiapan berada di tangan WO.“Kemungkinan kami akan menikah di KUA dan mungkin hanya makan bersama keluarga dekat,” ujar Tirza.Baca juga: Polisi Ungkap Motif Pemilik WO Ayu Puspita Lakukan PenipuanSementara itu, Fikri menyebut total kerugian yang mereka alami mencapai Rp 114,18 juta setelah seluruh pembayaran dilunasi.“Sudah dibayarkan lunas,” tegasnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa.Fikri mengaku baru mengetahui dari cerita para korban lain bahwa WO tersebut mulai bermasalah sejak pertengahan September 2025."Jadi yang awalnya teman-teman cerita itu, misalkan dekor lengkap, makeup lengkap, katering yang harusnya datang 600 jadi cuma 200, seperti itu," ucapnya.Ia menambahkan bahwa mereka bersama korban lain dan sejumlah vendor telah membuat blanko pelaporan pada Minggu malam. Keesokan harinya, Senin , mereka mendapat panggilan dari penyidik Polres Jakarta Utara.


(prf/ega)