Motor Bebek Yamaha: Masih Relevan di Luar Jawa, Ini Alasannya

2026-01-17 00:46:57
Motor Bebek Yamaha: Masih Relevan di Luar Jawa, Ini Alasannya
JAKARTA, – Pasar motor bebek memang sudah tidak seramai era 2000-an, ketika model seperti Vega R dan Jupiter Z menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.Kini, pangsa pasarnya jauh lebih kecil dibandingkan skutik.Namun, Yamaha menegaskan masih setia melayani kebutuhan konsumen setia motor bebek di berbagai daerah.Baca juga: Korupsi Bupati Bekasi: LHKPN Ungkap Koleksi Mobil Mewah Rp2,4 Miliardok. Yamaha Mataram Sakti Yamaha MX King tersedia di diler Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan segmen motor bebek masih memiliki ceruk pasar tersendiri, meski kontribusinya tidak besar.“Bebek masih ada, kami masih ada Vega Force sama Jupiter Z1 dan juga MX King. (Komposisi penjualan di pasar) yang pasti di bawah 20 persen,” ujar Rifki di Jakarta .Rifki menjelaskan, permintaan motor bebek relatif stabil di beberapa wilayah di luar Jawa.Baca juga: Penjualan Yamaha 2025: NMAX dan Aerox Diklaim TerlarisFoto: Yamaha Yamaha Vega ForceKarakter jalan, kebiasaan berkendara, serta kebutuhan fungsional membuat motor bebek masih dianggap relevan.Salah satunya untuk segmen komersial seperti perusahaan perkebunan, operasional instansi, hingga kebutuhan niaga di daerah yang membutuhkan motor tangguh dan efisien.“(Motor bebek) masih stabil, terutama untuk daerah-daerah luar Jawa, seperti Kalimantan, Sumatera itu masih ada. Sektor fleet mungkin salah satunya menyumbang dari permintaan yang stabil,” kata dia.Baca juga: Mobil Matic Lebih Boros? Ini Cara Berkendara Agar Irit BBMDok. YIMM Yamaha MX King 150 warna baru yang meluncur Desember 2025.Di sisi lain, perubahan tren pasar nasional membuat pabrikan mau tidak mau mengalihkan fokus ke segmen yang lebih besar, seperti skutik dan produk premium.Namun, Yamaha memilih tetap menjaga keberadaan lini bebeknya sebagai bentuk komitmen pada konsumen lama yang masih mengandalkan model tersebut.Dengan komposisi pasar yang kian kecil namun konsisten, motor bebek kini tak lagi menjadi tulang punggung penjualan.Meski begitu, keberadaannya tetap dianggap penting, terutama sebagai segmen fungsional yang masih punya peran di berbagai daerah Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-16 22:46