Pengamat Sebut Timnas U22 Indonesia Menjanjikan, tetapi Finishing Masih Jadi Catatan

2026-01-12 06:53:54
Pengamat Sebut Timnas U22 Indonesia Menjanjikan, tetapi Finishing Masih Jadi Catatan
- Kekalahan telak 0-3 yang diderita Timnas U22 Indonesia saat menghadapi Mali dalam laga uji coba internasional beberapa waktu lalu meninggalkan banyak catatan.Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo menyebut lini tengah dan depan menunjukkan potensi menjanjikan.Namun masalah klasik penyelesaian akhir dan rapuhnya pertahanan kembali menjadi batu sandungan.Menurutnya, mesin lini permainan Indonesia sudah cukup bagus pada awal pertandingan.Distribusi bola di lini tengah mulai lancar, terutama berkat peran sentral Ivar Jenner.Sebagai informasi, hasil Timnas U22 Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab. Bogor, Sabtu menunjuk skor 0-3.Mali menang berkat gol-gol Sekou Doucoure, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara.Baca juga: Isi Hati Ivar Jenner Usai Dipercaya Jadi Kapten Timnas U22 Indonesia“Secara permainan sebenarnya menjanjikan sih di depannya, tadi kalau Ivar Jenner jadi DM (defensive midfielder) dia beberapa kali kerja sama Rafael Struick dengan Dony Tri jalan,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.Peluang Garuda Muda untuk memetik hasil maksimal sejatinya cukup besar. Gita Suwondo menilai Timnas U22 Mali juga tidak tampil dalam kondisi terbaiknya.Banyak kesalahan yang dilakukan tim asuhan Fousseni Diawara sepanjang laga. Khususnya di lini belakang, membuka celah yang seharusnya bisa dieksploitasi.Dony Tri Pamungkas, Mauro Zijlstra, Rahmat Arjuna, Ivar Jenner, dan Rafael Struick membaca celah tersebut dan mengirimkan beberapa gelombang serangan.Sayangnya serangkaian tekanan itu berakhir sia-sia karena tidak mampu dikonversi menjadi gol.Baca juga: Jadwal Timnas U22 Indonesia Vs Mali di Uji Coba Kedua, Target Ivar Jenner“Apalagi sisi kanan pertahanan Mali itu agak kebuka dan lini belakang Mali kan kelihatan tidak banyak konsentrasi, kelihatan mereka mainnya sembrono, kebanyakan melakukan kesalahan di daerah sendiri,” tutur Gita Suwondo.“Cuma balik-balik lagi, Indonesia tidak mampu memberikan end-passing yang kemudian berujung menjadi peluang dan gol,” imbuhnya.Meskipun Ivar Jenner banyak membantu melakukan mengalirkan bola di sepertiga akhir lapangan, masalah penyelesaian akhir tetap menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan.


(prf/ega)