- Pertanyaan mengenai ke mana perginya manusia Hobbit asal Indonesia terus menjadi misteri besar dalam evolusi manusia.Sebuah studi baru kini menawarkan jawaban kuat. Spesies purba Homo floresiensis—yang dijuluki "hobbit"—mungkin punah sekitar 50.000 tahun lalu karena penurunan curah hujan yang drastis, memaksa mereka bersaing dengan manusia modern (Homo sapiens).Baca juga: Manusia Modern Tiba di Australia 60.000 Tahun Lalu, Mungkin Juga Kawin Silang dengan “Hobbit”Fosil-fosil manusia hobbit sejauh ini hanya ditemukan di satu gua, yang dikenal sebagai Gua Liang Bua, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.Sejak penemuan H. floresiensis pertama kali dilaporkan pada tahun 2004, para ilmuwan berusaha keras meneliti bagaimana spesies kerdil ini hidup dan mengapa mereka punah.Dalam makalah yang diterbitkan Senin di jurnal Communications Earth & Environment, para ilmuwan melaporkan bahwa curah hujan di Pulau Flores mengalami penurunan yang signifikan sebelum 50.000 tahun yang lalu.Dikutip dari Live Science, untuk mengukur perubahan curah hujan, tim mempelajari stalagmit dari Gua Liang Luar, sebuah gua di Flores yang dekat dengan Liang Bua.Stalagmit tumbuh lebih lambat saat kekurangan air, dan pertumbuhan yang terjadi cenderung memiliki lebih sedikit kalsium karbonat dan lebih banyak magnesium.Dengan mengukur rasio magnesium terhadap kalsium karbonat, tim menentukan periode kekeringan Flores.Para peneliti menemukan bahwa rata-rata curah hujan tahunan menurun dari 1.560 mm pada 76.000 tahun lalu menjadi 990 mm pada 61.000 tahun lalu.Curah hujan terus berkurang hingga 50.000 tahun yang lalu.Pada saat itulah, terjadi letusan gunung berapi di dekatnya, dan lapisan batu yang dikeluarkan menutupi pulau.Baca juga: Misteri Jejak “Hobbit” Purba di Sulawesi: Siapa Pembuat Alat Batu Berusia 1,4 Juta Tahun?Bersamaan dengan periode kekeringan Flores, para peneliti juga menemukan bahwa populasi Stegodon—kerabat gajah purba yang menjadi buruan utama hobbit—turut berkurang sebelum menghilang dari Flores sekitar 50.000 tahun lalu.Para peneliti menduga penurunan curah hujan menyebabkan populasi Stegodon berkurang, yang membuat kehidupan menjadi lebih sulit bagi hobbit karena gajah purba itu merupakan bagian utama dari makanan mereka.Populasi Stegodon kemungkinan bermigrasi ke pesisir pulau, diikuti oleh hobbit."Kami menduga bahwa jika populasi Stegodon menurun karena berkurangnya aliran sungai, maka mereka akan bermigrasi ke sumber air yang lebih konsisten," kata Nick Scroxton, seorang ilmuwan peneliti hidrologi dan iklim di University College Dublin dan rekan penulis studi, melalui surel.
(prf/ega)
Ke Mana Manusia Hobbit Asal Indonesia Pergi?
2026-01-12 07:04:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:33
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 05:28










































