Rencana Jembatan Melaka–Indonesia Dikritik Politisi Malaysia, Dinilai Tak Realistis

2026-01-11 03:16:21
Rencana Jembatan Melaka–Indonesia Dikritik Politisi Malaysia, Dinilai Tak Realistis
MELAKA, — Rencana Pemerintah Negara Bagian Melaka membangun jembatan sepanjang hampir 48 kilometer yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia menuai kritik dari kalangan oposisi.Proyek infrastruktur raksasa yang diklaim akan memangkas waktu tempuh Melaka–Indonesia menjadi sekitar 40 menit itu dinilai tidak realistis secara keuangan dan berpotensi membebani publik.Pemimpin oposisi Melaka, Dr Yadzil Yaakub, mempertanyakan tujuan sekaligus kelayakan proyek jembatan yang saat ini masih dalam tahap studi awal.Baca juga: Malaysia Ingin Bangun Jembatan Menuju Indonesia, Melaka-RI Bisa Ditempuh 40 MenitMeski mengakui proyek tersebut secara teknis bisa dilaksanakan, Yadzil meragukan kemampuan keuangan pemerintah negara bagian untuk menanggung biaya pembangunannya.Ia menyoroti kondisi fiskal Melaka yang dinilai terbatas dan masih bergantung pada bantuan pemerintah federal.Menurut Yadzil, sebagian besar pendapatan tahunan negara bagian habis untuk belanja operasional, sementara Melaka masih memiliki utang kepada sejumlah pihak, termasuk pemerintah pusat.“Jika utang yang ada saja belum mampu dilunasi, bagaimana pemerintah negara bagian dapat meyakinkan rakyat bahwa mereka mampu mengelola utang baru bernilai miliaran ringgit secara bijaksana?” ujar Yadzil dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Free Malaysia Today, Selasa .Politikus Partai Bersatu itu menambahkan bahwa ketergantungan Melaka terhadap Putrajaya menunjukkan lemahnya kapasitas pendanaan mandiri.“Jika untuk memperbaiki jalan negara bagian saja perlu bantuan pemerintah federal, bagaimana mungkin kita membiayai pembangunan jembatan yang melintasi Selat Malaka?” katanya.Yadzil juga menilai tidak masuk akal berharap pemerintah federal akan menanggung beban keuangan proyek tersebut, mengingat utang nasional Malaysia yang terus meningkat dan tekanan fiskal yang berlanjut.“Dalam kondisi ini, sangat tidak wajar berharap pemerintah pusat akan menanggung proyek mega semacam ini,” ujarnya.Sebelumnya, Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh menyatakan bahwa pemerintah negara bagian tengah mengkaji rencana pembangunan jembatan sepanjang 47,7 kilometer yang akan menghubungkan Pengkalan Balak di Masjid Tanah dengan wilayah Indonesia.Jembatan tersebut disebut-sebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit.Ab Rauf mengatakan studi awal proyek akan dimulai pada Januari mendatang, mencakup aspek teknis, ekonomi, dan logistik.Baca juga: Jembatan Baru di China Ambruk Kena Gunung Longsor, Belum Setahun BerdiriPemerintah Melaka telah mengalokasikan dana sekitar 500.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp 2 miliar) untuk jasa konsultan yang akan melakukan kajian tersebut.


(prf/ega)