Pasok 700.000 Cup ke Luar Kota, SPPG Terdekat Justru Belum Menyerap Susu KPBS Pangalengan

2026-01-13 06:17:52
Pasok 700.000 Cup ke Luar Kota, SPPG Terdekat Justru Belum Menyerap Susu KPBS Pangalengan
BANDUNG, KOMPAS. com — Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan mulai memasok 700.000 cup susu pasteurisasi per bulan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Barat. Meski telah menjangkau daerah jauh seperti Subang, KPBS mengungkap kendala distribusi di tingkat lokal di mana sejumlah Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) terdekat justru belum menyerap produksi susu mereka.Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Menteri Koperasi Ferry Juliantono ke fasilitas pengolahan susu KPBS Pangalengan, kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin . Baca juga: Libur Sekolah, SPPG di Bangkalan Tak Distribusikan MBG untuk Siswa, Hanya Santri dan 3BKetua KPBS Pangalengan, Aun Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyiapkan infrastruktur khusus untuk program MBG, termasuk armada pengiriman yang langsung menyasar sekolah-sekolah.“Kami sudah memasok ke 50 SPPG, terjauh sampai ke Subang. Saat ini produksi untuk program ini mencapai 700.000 cup per bulan dengan label khusus MBG. Namun, ada catatan, masih ada SPPG di wilayah sendiri (Pangalengan) yang belum mengambil susu dari KPBS,” ujar Aun.Aun menjelaskan, tantangan utama produk mereka adalah karakteristik susu pasteurisasi yang memiliki masa simpan terbatas. Baca juga: Pembangunan SPPG, Jantung Program Makan Bergizi Gratis NasionalDemi menjaga kualitas hingga ke tangan siswa, KPBS mengoperasikan 15 unit mobil distribusi khusus yang mengirimkan susu berbarengan dengan pengiriman menu makanan sekolah.Saat ini, populasi sapi di Pangalengan mencapai 16.000 ekor dengan produksi harian sebesar 80 ton susu segar. Namun, baru sekitar 10 persen dari total produksi tersebut yang mampu diolah secara mandiri oleh fasilitas internal KPBS menjadi produk bernilai tambah seperti yoghurt, keju mozzarella, dan susu pasteurisasi.Baca juga: MBG Tetap Disalurkan Saat Libur Sekolah, Begini SPPG di Purworejo Atur Skema PembagiannyaMerespons kendala daya tahan produk pasteurisasi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah akan mendorong hilirisasi besar-besaran di tubuh koperasi peternak. Pemerintah berencana memfasilitasi pembangunan pabrik pengolahan susu Ultra High Temperature (UHT) bagi KPBS dan koperasi susu lainnya."Susu pasteurisasi memang punya kelemahan pada daya tahan. Oleh karena itu, saya mendorong KPBS dan koperasi lainnya untuk membangun pabrik pengolahan sendiri sampai ke teknologi UHT. Tidak ada kata lain, kita harus mandiri," kata Ferry.Baca juga: SPPG di Daerah Terpencil Masih Minim, BGN Targetkan 8.200 Dapur pada 2026Ferry menambahkan, keterlibatan koperasi dalam program MBG bukan sekadar soal pemenuhan gizi, melainkan pembangunan rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi. Selain susu, pemerintah ingin memastikan sayur-mayur dan kebutuhan pangan lainnya disuplai oleh koperasi petani setempat."Kita membangun ekosistem di mana koperasi menjadi penyuplai utama kebutuhan SPPG. Produk-produk ini nantinya tidak hanya untuk program pemerintah, tetapi juga akan dijual secara komersial melalui jaringan Koperasi Merah Putih di tingkat desa," lanjutnya.Baca juga: BGN Minta SPPG Beri Penyuluhan Gizi ke Sekolah Penerima MBGMelalui langkah ini, KPBS Pangalengan juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi "kakak asuh" bagi koperasi-koperasi peternak kecil di wilayah sekitarnya, seperti Kecamatan Kimaung dan Kertasari, guna memperkuat posisi tawar peternak lokal dalam skala nasional.


(prf/ega)