Kapolda Jabar Irjen Rudi Dianugerahi Tokoh Transformasi Keamanan Digital

2026-02-02 03:43:53
Kapolda Jabar Irjen Rudi Dianugerahi Tokoh Transformasi Keamanan Digital
Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Rudi Setiawan dianugerahi penghargaan 'Tokoh Transformasi Keamanan Digital dan Inklusivitas Polri' pada detikJabar Awards 2025. Rudi menerima langsung apresiasi tersebut dalam perhelatan detikJabar Awards 2025.Rudi menerima penghargaan dalam acara yang digelar di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025). Rudi hadir mengenakan kemeja batik hitam.Dilansir detikJabar, Direktur Transmedia Latif Harnoko menyerahkan langsung trofi detikJabar Awards kepada Irjen Rudi. Anugerah itu diberikan kepada Kapolda Jabar karena dinilai berhasil membawa perubahan signifikan di tubuh kepolisian daerah lewat digitalisasi layanan keamanan yang inklusif.Inovasi ini mendekatkan layanan Polri kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat birokrasi yang kaku. Saat memimpin Polda Jabar, Irjen Rudi mengubah sistem keamanan menjadi prediktif berbasis data Command Center yang terintegrasi real time.Dia juga mereformasi kultur institusi menjadi lebih inklusif dan ramah gender. Irjen Rudi juga membuat terobosan mirroring CCTV untuk respons cepat.Irjen Rudi lahir di Lampung Selatan, 9 November 1968 dan Rudi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993. Sebelum menjadi Kapolda Jabar, Rudi pernah menjadi Kapolres Indramayu pada tahun 2010, Wakapolda Lampung dan Sumatera Selatan tahun 2019, hingga Deputi Penindakan KPK 2023-2025. Irjen Rudi menjabat Kapolda Jawa Barat sejak 14 April 2025, menggantikan Irjen Akhmad Wiyagus.detikJabar Awards 2025 merupakan sebuah bentuk apresiasi untuk figur, komunitas, dan program di Jawa Barat yang inspiratif, inovatif, kreatif serta berprestasi dan memberikan dampak pada masyarakat di Jawa Barat.Acara detikJabar Awards 2025 dihadiri sejumlah tamu undangan, di tingkat daerah hingga pusat.Tonton juga video "Kapolda Jabar: Tak Ada Tempat untuk Premanisme di Jabar!"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 01:52