1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun Sayur

2026-01-16 15:21:35
1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun Sayur
JAKARTA, - Kelurahan Cipinang Melayu mengoptimalkan area kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) sebagai lahan urban farming dengan total luas sekitar 11.000 meter persegi atau 1,1 hektar.Kasie Ekonomi Pembangunan Cipinang Melayu, Era Hotmauli, menjelaskan bahwa seluruh area dari RW 01 Halim hingga dekat Jakarta Islamic School (JIS) Kalimalang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tersebut."Ada 11.000-an meter persegi. kalau tidak salah ya, total semua ya, itu kan mulai dari RW 01 di daerah Halim sampai ujungnya itu di Jakarta Islamic School, JIS Kalimalang," ungkap Era saat ditemui, Kamis .Beragam tanaman tumbuh di lahan itu, mulai dari sawi, kangkung, singkong, cabai, jagung, tomat, pisang, hingga pohon keras seperti tabebuya."Kalau untuk cabai, memang kan lagi mahal ya, beberapa waktu yang lalu. Kalau untuk sayuran yang lainnya seperti terong, itu yang memang kita semai di kantor lalu ditanam di sini," tuturnya.Baca juga: Ketika Air Hujan Kolong Tol Becakayu Jadi Irigasi Kebun SayurEra juga menjelaskan bahwa program urban farming di kolong tol bermula dari inisiasi TNI setelah masa pandemi COVID-19, yang kemudian diteruskan oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)."Jadi awalnya itu ada dari TNI, memulai gerakan tanam itu loh, jamannya kita setelah COVID-19 ya, setelah kita covid itu, di sini tanam terong semua. Satu rumpun dari ujung sana sampai ujung sini itu tanam terong semua," jelas Era."Kebetulan kan memang orangnya waktu itu ada hasilnya ya. Jadi kita ngajak PKK dulu, sebelum kita ada pasar tumbuh yang dari Pak Munjirin yang baru ini. Kita ngajak PKK biar dijualin tuh," lanjutnya.Baca juga: Ribuan Warga di Jaktim Kini Bisa Masak Tanpa LPG, Hemat Sampai Rp 1,2 JutaSebelumnya, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu untuk menyiram lahan urban farming yang dikelola.Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa area di bawah tol tersebut ditanami berbagai jenis komoditas, seperti jagung, terong, cabai, kangkung, bayam, hingga kacang koro, yang ditanam memanjang di bawah konstruksi jalan tol maupun di tepi Kalimalang.Tanaman-tanaman itu tersusun rapi di bedengan tanah, dengan jalur air yang dirancang khusus untuk mengalirkan air hujan dari atas tol langsung ke area tanaman.Baca juga: Cerita Penumpang Terjebak di MRT Gelap, Dievakuasi Darurat Lewat TerowonganAir yang tertampung kemudian dialirkan melalui parit yang dibuat petugas PPSU agar penyiraman berlangsung lebih efisien.Meski begitu, penyiraman tambahan tetap dilakukan menggunakan air dari aliran Kalimalang ketika dibutuhkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 14:01