SAMARINDA, - Jembatan Mahulu di Kota Samarinda ditabrak kapal ponton bermuatan batu bara pada Selasa pagi sekitar pukul 05.00 Wita.Kerusakan jembatan akibat insiden ini belum bisa dipastikan. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur akan melakukan pengukuran teknis.Sementara, pihak perusahaan pemilik kapal disebut siap bertanggung jawab.Insiden terjadi saat tongkang M80-1302 yang ditarik tugboat KD2018 milik PT Dharmalancar Sejahtera melintas di bawah jembatan.Dalam pelayaran tersebut, tongkang diduga kehilangan kendali hingga menghantam salah satu pilar penyangga Jembatan Mahulu.Baca juga: Kapal Ponton Bermuatan Batu Bara Tabrak Pilar Jembatan Mahakam Ulu SamarindaAkibat benturan itu, bagian haluan tongkang dilaporkan mengalami kerusakan, sementara struktur pelindung jembatan ikut terdampak.Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan kondisi jembatan belum bisa dipastikan aman atau tidak sebelum dilakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.“Untuk sementara kami masih melihat secara visual. Memang ada kerusakan pada bagian fender atau pelindung di bawah pilar. Namun, secara kasat mata belum terlihat adanya kemiringan atau pergeseran struktur,” ujar Aji saat dikonfirmasi.Menurut Aji, secara visual ditemukan luka pada pilar keenam yang menopang struktur utama jembatan.Selain itu, terdapat pecahan material di bagian bawah pilar akibat benturan.Baca juga: Penambang Timah Laut Tewas, Polisi Selidiki Pemilik Ponton“Secara visual memang ada luka di P6, yang menopang gendang utama dan gendang kemukakan. Ada juga pecahan di bawah pilar. Tapi apakah ada deformasi atau tidak, itu belum bisa dipastikan tanpa alat,” jelasnya.Untuk memastikan kondisi struktur jembatan, PUPR Kaltim akan melakukan pengukuran teknis menggunakan alat khusus pada Rabu .Pengukuran tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi pergeseran antar pilar serta seberapa besar deformasi yang mungkin terjadi.“Besok akan kami lakukan pengecekan dengan alat tembak ukur, dari tiang ke tiang dilihat apakah ada pergeseran. Kalau tidak ada atau pergeserannya tidak signifikan, jembatan bisa dinyatakan aman,” kata Aji.Terkait operasional lalu lintas di Jembatan Mahulu, Aji menyebut belum ada keputusan apakah jembatan dapat dilalui secara normal, termasuk oleh kendaraan bertonase berat, sebelum hasil pemeriksaan teknis keluar.
(prf/ega)
Kapal Ponton Tabrak Jembatan Mahulu Samarinda, Dinas PUPR: Perusahaan Siap Tanggung Jawab
2026-01-12 15:09:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:01
| 2026-01-12 15:00
| 2026-01-12 13:59
| 2026-01-12 13:40
| 2026-01-12 13:26










































