Pesilat SEA Games Vietnam Masuk RS Usai Dipukul Atlet Malaysia, Protes Tak Digubris Wasit

2026-01-16 07:29:56
Pesilat SEA Games Vietnam Masuk RS Usai Dipukul Atlet Malaysia, Protes Tak Digubris Wasit
BANGKOK, - Atlet pencak silat Vietnam, Nguyen Minh Triet, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera serius pada laga semifinal kelas 65 kilogram putra dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand.Triet menerima pukulan di bagian leher dari pesilat Malaysia, Muhammad Izzu, sebagaimana dilansir Tuoi Tre News, Selasa .Usai menerima pukulan tersebut, Triet langsung terjatuh dan langsung ditangani  tim kesehatan di arena pertandingan.Baca juga: Pemain eSports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2026 karena CurangKondisi Triet tidak memungkinkan melanjutkan pertandingan, sehingga laga dihentikan.Tim pelatih pencak silat Vietnam pun mengajukan protes resmi kepada wasit pertandingan. Menurut mereka, serangan tersebut dinilai melanggar aturan pencak silat.Tim Vietnam berpendapat, pukulan ke leher merupakan teknik terlarang dalam pencak silat. Seharusnya, pesilat Malaysia-lah yang mendapat hukuman.Meski demikian, keputusan wasit tidak berubah setelah peninjauan. Pasalnya, ofisial pertandingan menyatakan bahwa serangan yang dilakukan Izzu tidak melanggar peraturan yang berlaku.Baca juga: Kamboja Ejek SEA Games di Thailand, Nilai Kualitasnya Tak Selevel Ajang 2023Akibat tidak dapat melanjutkan laga semifinal, Nguyen Minh Triet dinyatakan kalah dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.Kontroversi tidak berhenti di kelas 65 kilogram. Sebelumnya, atlet Vietnam lainnya yakni Vu Van Kien, juga tersingkir di semifinal kelas 60 kilogram putra akibat serangan yang dinilai ilegal.Dua kejadian tersebut menambah daftar panjang keputusan kontroversial dalam cabang pencak silat selama SEA Games 2025, yang kerap diwarnai perdebatan terkait interpretasi aturan pertandingan.Kompleksitas regulasi pencak silat dan perbedaan penilaian wasit memicu ketegangan antar kontingen.Baca juga: Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar DibomPada Senin , tim Malaysia sempat melayangkan protes dan menyebabkan gangguan di arena pertandingan.SEA Games 2025 berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember dan diikuti atlet dari 11 negara Asia Tenggara.Hingga Selasa malam, Thailand selaku tuan rumah memimpin klasemen dengan 160 emas, 100 perak, 66 perunggu.Sementara Indonesia menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 62 emas, 72 perak, dan 72 perunggu.Vietnam berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 48 emas, 55 perak, 79 perunggu.Baca juga: Kamboja Tarik Semua Atlet dari SEA Games 2025


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 06:08