Kaleidoskop 2025: Deretan Gempa Besar dengan Korban Jiwa Terbanyak

2026-01-12 06:02:51
Kaleidoskop 2025: Deretan Gempa Besar dengan Korban Jiwa Terbanyak
- Tahun 2025 sebentar lagi akan usai dan bakal tergantikan oleh 2026. Berbagai peristiwa pun telah terjadi sepanjang 2025.Sejumlah gempa bumi berkekuatan besar tercatat terjadi sepanjang 2025 dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.Beberapa gempa bahkan menyebabkan hingga ribuan orang kehilangan nyawanya. Tercatat, gempa-gempa tersebut memiliki kekuatan antara M 5,4 hingga M 7,7.Baca juga: BMKG Sebut Tarakan Jadi Daerah Paling Rawan Gempa di KalimantanBerikut ini gempa bumi besar dengan jumlah korban jiwa terbanyak sepanjang 2025:Wilayah Tibet di China diguncang gempa bumi dengan magnitudo 7,1 pada 7 Januari 2025.Gempa yang terjadi pada pagi hari waktu setempat tersebut terjadi di kedalaman dangkal, sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah.Gempa itu menyebabkan kerusakan parah di sejumlah permukiman. Ratusan bangunan runtuh atau mengalami kerusakan berat.Tim penyelamat harus bekerja di tengah medan sulit dan cuaca ekstrem untuk menjangkau desa-desa terpencil yang terdampak gempa.Gempa tektonik yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng Bumi itu menyebabkan setidaknya 120 orang meninggal.Baca juga: BMKG Rilis 13 Zona Megathrust di Indonesia, Mana yang Potensi Gempanya Terbesar?Gempa bumi kuat dengan M 7,7 mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar pada 28 Maret 2025.Tak lama berselang, gempa susulan berkekuatan lebih dari M 6 terjadi, memperparah dampak yang dirasakan penduduk Myanmar.Gempa itu dipicu oleh aktivitas Sesar Sagaing, salah satu sesar aktif utama di Myanmar.Getaran gempa bahkan dirasakan hingga ke sejumlah negara tetangga seperti Thailand, India, Bangladesh, dan China.Tercatat, gempa yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sagaing itu menyebabkan lebih dari 3.700 orang meninggal.AFP/WAKIL KOHSAR Seorang pria berjalan melewati rumah yang rusak akibat gempa Afghanistan di Desa Mazar Dara, Nurgal, distrik di Provinsi Kunar, Afghanistan Timur, 1 September 2025. Lebih dari 900 orang tewas dan 3.000 korban terluka sejak 31 Agustus malam hingga 1 September 2025.


(prf/ega)