Amankan Libur Nataru, Pemkab Mojokerto Siapkan Jalur Alternatif di Kawasan Wisata Pacet-Trawas

2026-01-15 02:46:59
Amankan Libur Nataru, Pemkab Mojokerto Siapkan Jalur Alternatif di Kawasan Wisata Pacet-Trawas
MOJOKERTO, - Pemkab Mojokerto menggelar Rakor (Rapat koordinasi) pengamanan bersama antisipasi kerawanan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2025.Dalam rakor yang dihadiri OPD terkait, seluruh Camat hingga pelaku usaha UMKM disektor pariwisata di ruangan Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto tersebut salah satunya membahas pengamanan hingga rekayasa lalu lintas di kawasan Pacet-Trawas.Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan tentatif terutama di simpul kemacetan ruas jalan kawasan wisata Pacet-Trawas."Persiapan pengamanan bersama dalam rangka Nataru 2025 ini, kita fokusnya di kawasan objek pariwisata seperti kolam air panas Padusan dan Ubalan serta Taman Ghanjaran Ketapanrame, Trawas," kata Bambang saat meninjau ruas jalur wisata Pacet, Selasa .Baca juga: Libur Akhir Tahun, Dispendik Mojokerto Jatim Larang Guru Beri PR Berlebihan untuk Siswa"Pengalihan arus lalu lintas (contraflow), saat terjadi kepadatan kendaraan di kawasan wisata," ujar dia.Hasil kajian di lapangan, apabila terjadi peningkatan kendaraan di kawasan wisata, akan dialihkan ke ruas jalan alternatif.Misalnya melalui Pandanarum menuju arah Pacet, Gondang menuju simpang Karlina ke arah bundaran Pacet atau simpang tiga menuju Pacet-Cangar.Kemudian, ruas jalan menuju kawasan wisata Trawas via Claket- Cembor Kecamatan Pacet."Kita sudah memetakan, baik ruas jalan Provinsi maupun ruas jalan kabupaten untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan saat Nataru di kawasan wisata," kata Bambang.Baca juga: Cerita Mbah Sukadi, Niat Cari Rumput di Gunung Kelud Malah Nyasar Sampai Kota MojokertoDPRKP2 berkoordinasi dengan Polres Mojokerto guna membahas rekayasa lalin menjelang Nataru yang rencananya akan diterapkan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.Simpul kemacetan perlu diwaspadai adalah dua ruas jalan persimpangan Mojosari, yang menghubungkan kawasan wisata Trawas-Pacet dan wilayah Ngoro industri.Sebanyak 70 personil DPRKP2 akan dilibatkan dalam pengamanan Nataru di Pospam maupun Posyan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto."Kita juga koordinasi dengan Polres Mojokerto terkait rekayasa lalu lintas diagendakan besok, khususnya di jalan raya yang berpotensi terjadi kepadatan kendaraan saat arus mudik (Nataru)," pungkas Brambang.Baca juga: Pengantin di Mojokerto Pasrah Menyaksikan Tenda Hajatan Hancur Diterjang Angin KencangKepala Disbudporapar (Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan pelaku usaha pariwisata guna mensosialisasikan keamanan pengunjung di sejumlah objek wisata menjelang libur Nataru.Pihaknya juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana guna memastikan keamanan wisatawan di kawasan pariwisata, seperti wisata Jolotundo, Ubalan, kolam air panas Padusan Pacet, Air Terjun Dlundung Trawas yang dikelola pemerintah daerah.Dalam waktu dekat, Pemda akan mengeluarkan surat edaran terkait aturan dan keamanan pariwisata."Kami pastikan pariwisata aman dan nyaman buat pengunjung untuk berwisata saat libur Nataru," tukasnya.Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Dishub Mojokerto Siapkan Jalur Alternatif Saat Nataru di Kawasan Wisata Pacet-Trawas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-15 01:38