Hati-hati Fake BTS Lewat HP, Kenali Mekanisme Penipuan di Baliknya

2026-01-12 05:58:51
Hati-hati Fake BTS Lewat HP, Kenali Mekanisme Penipuan di Baliknya
JAKARTA, - Modus penipuan menggunakan fake Base Transceiver Station alias BTS palsu, perangkat utama dalam jaringan seluler yang berfungsi memancarkan dan menerima sinyal radio antara ponsel pengguna dengan jaringan operator, masih kerap terjadi dan memakan korban.Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Heru Sutadi, menilai maraknya kejahatan tersebut disebabkan oleh perangkat fake BTS yang relatif murah serta mudah dirakit.Kondisi itu juga diperkuat oleh belum adanya regulasi yang cukup ketat dari regulator maupun operator layanan seluler untuk mengawasi penyebaran sinyal palsu.Baca juga: Awas Modus Fake BTS, Penipuan Siber yang Masuk lewat SMS ResmiPelaku penipuan fake BTS menjalankan aksinya secara mobile atau berpindah-pindah lokasi, misalnya menggunakan kendaraan, sehingga sulit dilacak dan dideteksi oleh aparat maupun operator seluler.Dengan terus berganti wilayah, sinyal palsu yang dipancarkan tidak bertahan lama di satu titik, sehingga pengawasan teknis menjadi lebih rumit.Kondisi ini diperparah oleh belum adanya regulasi yang cukup ketat dari pemerintah maupun operator seluler untuk mencegah dan menutup celah penyebaran sinyal palsu.Di sisi lain, rendahnya tingkat literasi dan edukasi masyarakat terkait modus penipuan digital membuat banyak korban mudah percaya pada SMS yang diterima, meskipun pesan tersebut tidak melalui proses verifikasi resmi.Akibatnya, pelaku kejahatan semakin leluasa memanfaatkan celah tersebut untuk menipu dan mencuri data atau uang korban.“Operasinya pindah-pindah wilayah atau bergerak sehingga tidak mudah dideteksi. Kurangnya regulasi ketat dari pemerintah dan operator seluler membiarkan sinyal palsu menyebar, ditambah edukasi publik minim, membuat korban percaya SMS tanpa verifikasi,” ujar Heru dalam keterangan pers, Minggu .Dalam menjalankan aksinya, pelaku penipuan berkedok fake BTS memanfaatkan perangkat BTS palsu untuk mengirimkan SMS phishing atau modus penipuan lewat pesan singkat yang berisi tautan berbahaya.Pesan tersebut sering kali menggunakan sender ID alias identitas pengirim yang muncul di layar ponsel penerima SMS yang menyerupai perusahaan resmi, termasuk perbankan, dengan tujuan mencuri data pribadi, one time password (OTP), hingga menguras rekening korban.Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menyebut modus fake BTS umumnya memanfaatkan jaringan 2G yang masih digunakan sebagai jalur distribusi SMS.Pelaku biasanya memasang alat BTS palsu di dalam kendaraan yang dapat memancarkan sinyal kuat dalam radius 500 hingga 1.000 meter.Dengan kekuatan sinyal tersebut, ponsel korban secara otomatis akan terhubung ke jaringan palsu milik pelaku, karena dianggap lebih kuat dibandingkan BTS resmi operator seluler.Setelah ponsel terkunci pada jaringan tersebut, pelaku dapat mengirim SMS massal menggunakan sender ID palsu dengan pesan bernada mendesak.


(prf/ega)