Bayar MRT Bisa Pakai Apa Saja? Cek Pilihannya!

2026-01-14 07:14:26
Bayar MRT Bisa Pakai Apa Saja? Cek Pilihannya!
MRT Jakarta menyediakan pilihan metode pembayaran pembelian tiket yang berlaku mulai hari ini. Pengguna MRT bisa menggunakan dompet digital (e-wallet), Kartu Uang Elektronik hingga QRIS Tap untuk membeli tiket MRT.Bersumber dari akun Instagram resmi info operasional, produk & promo MRT Jakarta (@mrtjktinfo), ini macam-macam metode pembayaran tiket MRT Jakarta yang berlaku mulai tanggal 6 November 2025.1. Pembelian tiket di Aplikasi MyMRTJ2. Pembelian tiket lewat MyMRTJ Lite3. Kartu Uang Elektronik4. Metode Kartu Jelajah Tunggal (STT)5. QRIS TapQRIS Tap dapat digunakan pada aplikasi pembayaran melalui smartphone yang memiliki fitur NFC. Berikut cara pakainya.Sebagai informasi, QRIS Tap saat ini sudah bisa digunakan di seluruh stasiun MRT Jakarta. Silakan tap in dan tap out di gate yang terdapat sticker warna kuning dan logo MRTJ beserta QRIS Tap.Lihat juga Video: Cuma 2 Hari! Naik TransJakarta, MRT, dan LRT Rp 1[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-14 04:41