Dari Kopi hingga Rempah, Produk UMKM BCA Diserbu 33 Negara di TEI 2025

2026-01-12 03:41:23
Dari Kopi hingga Rempah, Produk UMKM BCA Diserbu 33 Negara di TEI 2025
JAKARTA, – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung pelaku usaha lokal menembus pasar internasional melalui program BCA UMKM Go Export. Setelah mengajak 19 UMKM binaan Bakti BCA berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 pada Oktober lalu, perseroan mencatat 185 business matching yang melibatkan para UMKM tersebut.Dalam lima hari pelaksanaan TEI 2025, yakni 15–19 Oktober, kegiatan itu membuka peluang jejaring bisnis ke 33 negara tujuan dengan nilai potensi ekspor mencapai Rp 110,9 miliar.Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan negara seperti India, Malaysia, Australia, Bangladesh, dan Singapura menjadi pihak dengan minat tertinggi terhadap produk UMKM binaan Bakti BCA. Komoditas yang paling diminati mencakup kopi, cokelat, dan rempah-rempah.“Kami percaya UMKM di Tanah Air memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Melalui program BCA UMKM Go Export dan partisipasi di ajang berskala besar seperti Trade Expo Indonesia 2025, kami bersyukur dapat mendampingi pelaku usaha menjajaki peluang ekspor yang nyata,” ujar John dalam keterangan resmi, Kamis .Baca juga: BCA Perluas QRIS Tap, Akses Transportasi Publik Kian PraktisIa menambahkan bahwa sejumlah UMKM binaan juga berhasil memperoleh kesepakatan perdagangan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa negara, dengan nilai ekspor lebih dari Rp 12,4 miliar.Produk yang berhasil menembus pasar ekspor tersebut berupa edamame, bawang, gula kelapa, kopi, dan rempah-rempah, dengan tujuan ekspor Jerman, Belanda, Rusia, Hong Kong, dan Malaysia.John menyebut partisipasi BCA dalam TEI 2025 merupakan kelanjutan dari program Inkubasi UMKM BCA Go Export, program unggulan Bakti BCA yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan akses pasar global.Baca juga: Dorong Transaksi Nontunai di Daerah, BCA Hadirkan Pembayaran EDC hingga QRIS Tap di Mall Samarinda Selain itu, Bakti BCA juga aktif memperkuat UMKM melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal. Sepanjang 2023–2024, lebih dari 3.000 sertifikat halal telah diterbitkan. Pada 2025, Bakti BCA menargetkan tambahan 2.000 sertifikat untuk meningkatkan daya saing UMKM.“Kami berharap capaian ini tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, tetapi menjadi titik tolak bagi lebih banyak UMKM Indonesia untuk berani melangkah ke pasar ekspor. BCA akan terus mendampingi perjalanan mereka dengan pembinaan yang tepat, akses pasar yang relevan, dan semangat kolaborasi berkelanjutan,” tutup John.


(prf/ega)